asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
Dark Mode
ALLOUSDT0.4005+0.0376 ( +10.36% )
BTCUSDT64,988.0+488.26 ( +0.76% )
ETHUSDT1,925.56+50.31 ( +2.68% )
HEIUSDT0.103-0.0023 ( -2.18% )
HYPEUSDT67.245+1.79 ( +2.74% )
IAGUSDT0.02171-0.00029 ( -1.32% )
SOLUSDT77.45+0.37 ( +0.48% )
XRPUSDT1.1125+0.0007 ( +0.06% )
Powered by
News

Iran Bantah Klaim Trump Terkait Permintaan Negosiasi Ulang

User
July 16, 2026 | 01:09 WIB
User
UpdatedDwi Cahyo
July 16, 2026 | 01:09 WIB
Iran Bantah Klaim Trump Terkait Permintaan Negosiasi Ulang

​Ketegangan diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas setelah Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, membantah keras klaim Donald Trump terkait adanya permintaan negosiasi. Trump sebelumnya menyebut bahwa pihak Iran telah menghubungi AS untuk membuka kembali jalur negosiasi. Dalam pernyataan resmi yang dirilis Rabu (15/7), Baghaei menegaskan bahwa Iran saat ini tidak memiliki rencana untuk bernegosiasi dengan AS dan sedang fokus pada penguatan pertahanan nasional.

​Selain bantahan tersebut, Ketua Parlemen sekaligus negosiator tingkat tinggi Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, telah memberikan pernyataan resmi mengenai posisi negaranya dalam menghadapi perkembangan situasi terkini. Ghalibaf menegaskan bahwa meskipun Iran tidak menginginkan perang, negara tersebut selalu siap bertempur untuk menjaga keamanan nasional. Ia pun menekankan bahwa jika suatu Memorandum of Understanding tidak memberikan keuntungan bagi Iran, maka pemerintah tidak memiliki alasan untuk mematuhinya.

​Ghalibaf secara khusus menyoroti kedaulatan atas Selat Hormuz sebagai pilar utama keamanan nasional. Ia menyatakan bahwa keamanan Iran bergantung pada pengaturan alur lalu lintas kapal komersial di jalur air tersebut agar menjadi sumber keamanan, bukan ancaman. 

​Di sisi lain, muncul laporan investigasi dari Drop Site News yang dirilis hari yang sama mengungkap adanya pesan dari pejabat senior Iran kepada Wakil Presiden AS, JD Vance. Pesan tersebut berisi peringatan bahwa Jared Kushner dan Steve Witkoff yang juga merupakan negosiator AS diduga menyalahgunakan akses internal dalam proses negosiasi untuk keuntungan finansial pribadi. Pihak Trump membantah keras tuduhan tersebut dan menyatakan bahwa komunikasi itu tidak pernah terjadi.

Copiedbagikan