asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
Dark Mode
AIDOGEUSDT0.000000000018626+0.00000000000179 ( +10.61% )
AKIUSDT0.000321-0.000017 ( -5.02% )
AVLUSDT0.03774-0.02016 ( -34.82% )
BTCUSDT79,991.5-1584.2 ( -1.94% )
ETHUSDT2,265.16-64.63 ( -2.77% )
GTCUSDT0.134-0.005 ( -3.6% )
OSMOUSDT0.0626-0.0242 ( -27.88% )
SAGAUSDT0.04915+0.02522 ( +105.39% )
SOLUSDT93.84-3.5 ( -3.6% )
Powered by
News

Iran Bentuk Badan Pengelola Selat Hormuz, Israel Siagakan Seluruh Angkatan Udara

User
May 6, 2026 | 01:45 WIB
User
UpdatedDwi Cahyo
May 6, 2026 | 01:45 WIB
Iran Bentuk Badan Pengelola Selat Hormuz, Israel Siagakan Seluruh Angkatan Udara

​Pemerintah Iran resmi membentuk badan baru untuk mengelola lalu lintas kapal di Selat Hormuz pada Selasa (5/5) waktu setempat. Langkah ini diambil di tengah memanasnya situasi di jalur logistik tersebut, menyusul pernyataan Presiden Masoud Pezeshkian yang menegaskan bahwa tuntutan Amerika Serikat agar negaranya menyerah adalah hal yang mustahil. Komando militer gabungan Iran pun memperingatkan akan adanya serangan balasan dengan skala besar terhadap setiap tindakan militer yang menyasar pulau, pelabuhan, hingga garis pantai mereka.

​Situasi kembali memanas setelah militer Israel menyatakan kesiapan untuk mengerahkan seluruh kekuatan angkatan udaranya guna menyerang Iran jika diperlukan. Kesiagaan tempur ini dipicu oleh laporan intelijen Amerika Serikat yang mengklaim bahwa Iran secara diam-diam memasang ranjau tambahan di Selat Hormuz selama masa gencatan senjata. Menanggapi laporan tersebut, Donald Trump juga turut mengeluarkan pernyataan keras agar Iran segera menyerah guna menghindari bentrokan militer yang lebih besar.

​Di sisi lain, Iran membantah tuduhan terkait serangan terhadap infrastruktur minyak Uni Emirat Arab (UEA) baru-baru ini dan menyebut adanya provokator asing sebagai terduga pelaku sabotase. Iran menuding pihak ketiga sengaja menciptakan kekacauan di wilayah perairan tersebut untuk memberi pembenaran bagi militer Amerika Serikat memperkuat pasukannya di sana.

Copiedbagikan