asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
tether usd iconaster iconASTERUSDT0.754+0.026 ( +3.57% )
tether usd iconbitcoin iconBTCUSDT81,194.0+3333.97 ( +4.28% )
tether usd icondoge coin iconDOGEUSDT0.0879+0.00483 ( +5.81% )
tether usd iconethereum iconETHUSDT2,524.62+122.99 ( +5.12% )
tether usd iconhyperliquid iconHYPEUSDT86.995+5.05 ( +6.16% )
tether usd iconsolana iconSOLUSDT104.11+3.52 ( +3.5% )
tether usd iconsui iconSUIUSDT0.7757+0.0097 ( +1.27% )
tether usd icontutorial iconTUTUSDT0.02503+0.00019 ( +0.77% )
tether usd iconripple iconXRPUSDT1.4492+0.0808 ( +5.91% )
Powered by
powered by triv
News

Iran Bentuk Badan Pengelola Selat Hormuz, Israel Siagakan Seluruh Angkatan Udara

User
May 6, 2026 | 01:45 WIB
User
UpdatedDwi Cahyo
May 6, 2026 | 01:45 WIB
Iran Bentuk Badan Pengelola Selat Hormuz, Israel Siagakan Seluruh Angkatan Udara

​Pemerintah Iran resmi membentuk badan baru untuk mengelola lalu lintas kapal di Selat Hormuz pada Selasa (5/5) waktu setempat. Langkah ini diambil di tengah memanasnya situasi di jalur logistik tersebut, menyusul pernyataan Presiden Masoud Pezeshkian yang menegaskan bahwa tuntutan Amerika Serikat agar negaranya menyerah adalah hal yang mustahil. Komando militer gabungan Iran pun memperingatkan akan adanya serangan balasan dengan skala besar terhadap setiap tindakan militer yang menyasar pulau, pelabuhan, hingga garis pantai mereka.

​Situasi kembali memanas setelah militer Israel menyatakan kesiapan untuk mengerahkan seluruh kekuatan angkatan udaranya guna menyerang Iran jika diperlukan. Kesiagaan tempur ini dipicu oleh laporan intelijen Amerika Serikat yang mengklaim bahwa Iran secara diam-diam memasang ranjau tambahan di Selat Hormuz selama masa gencatan senjata. Menanggapi laporan tersebut, Donald Trump juga turut mengeluarkan pernyataan keras agar Iran segera menyerah guna menghindari bentrokan militer yang lebih besar.

​Di sisi lain, Iran membantah tuduhan terkait serangan terhadap infrastruktur minyak Uni Emirat Arab (UEA) baru-baru ini dan menyebut adanya provokator asing sebagai terduga pelaku sabotase. Iran menuding pihak ketiga sengaja menciptakan kekacauan di wilayah perairan tersebut untuk memberi pembenaran bagi militer Amerika Serikat memperkuat pasukannya di sana.

 

Stay Updated

Follow Cryptowave di Google News

Dapatkan berita kripto, blockchain, dan WEB3 terbaru setiap hari langsung dari Google News Cryptowave.

Follow Sekarang
Copiedbagikan