


Pasukan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran meluncurkan serangan rudal balistik mendadak ke pangkalan militer Amerika Serikat di Yordania pada Rabu (29/7) dini hari. Komando Sentral AS (CENTCOM) mengonfirmasi dan mengklaim bahwa seluruh rudal yang ditembakkan Iran berhasil diintersepsi oleh sistem pertahanan udara AS tanpa menimbulkan korban jiwa. Seorang pejabat senior AS mengonfirmasi kepada Axios bahwa sedikitnya enam rudal balistik jarak menengah ditembakkan dari area Khomein, Iran Tengah. Aksi ini disinyalir mengakhiri jeda pertempuran yang sempat berlangsung selama lima malam di kawasan tersebut.
​Langkah Iran ini mempertegas pernyataan Kementerian Luar Negeri Iran sebelumnya bahwa tidak pernah ada kesepakatan gencatan senjata resmi. Serangan yang dilancarkan hanya beberapa jam setelah pertemuan antara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Donald Trump ini juga menjadi sinyal keras kepada koalisi AS-Israel bahwa Iran tidak menerima opsi negosiasi.
​Di sisi lain, aksi militer ini sekaligus mementahkan klaim Presiden Donald Trump yang sebelumnya secara optimistis menyebut bahwa Iran pada dasarnya telah bersedia melakukan negosiasi langsung dan setuju untuk tidak mengembangkan senjata nuklir. Realita di lapangan menunjukkan Iran justru mengambil opsi eskalasi ketimbang berkompromi dengan AS.
​Padahal, laporan Reuters sempat mencatat adanya sinyal de-eskalasi setelah Iran dan Oman dikabarkan menyetujui proposal mediator untuk membahas Nota Kesepahaman (MOU) nuklir. Namun, pihak Iran meluruskan bahwa diskusi bersama Oman tersebut murni berfokus pada kedaulatan serta keamanan Selat Hormuz, bukan perundingan dengan AS.
Stay Updated
Follow Cryptowave di Google News
Dapatkan berita kripto, blockchain, dan WEB3 terbaru setiap hari langsung dari Google News Cryptowave.