


Pemerintah Iran bersiap meluncurkan serangan balasan yang diklaim akan sangat menghancurkan, sebagai respons atas operasi militer gabungan Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu (28/2). Berdasarkan informasi terbaru dari Bloomberg, seorang pejabat Iran menegaskan bahwa Teheran tidak akan tinggal diam dan saat ini tengah merancang aksi pembalasan atas gempuran tersebut. Ancaman serius ini muncul tak lama setelah rentetan ledakan hebat mengguncang ibu kota Teheran akibat tiga gelombang serangan beruntun yang sebelumnya dikonfirmasi.
​Operasi berskala besar dari AS dan Israel tersebut secara spesifik mengincar fasilitas vital milik pemerintah, dengan markas besar intelijen dan istana kepresidenan sebagai sasaran utamanya. Serangan yang diarahkan langsung ke pusat pemerintahan ini bertujuan untuk menghabisi rezim Khamenei. Eskalasi mematikan ini secara resmi menandai dimulainya kembali krisis Timur Tengah, sekaligus menempatkan AS dan Israel dalam situasi konflik terbuka dengan Iran untuk kedua kalinya dalam waktu delapan bulan terakhir.