asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
Dark Mode
ALLOUSDT0.3677-0.01 ( -2.65% )
BTCUSDT63,804.0-303.87 ( -0.47% )
DUSDT0.00525-0.00021 ( -3.85% )
ETHUSDT1,662.04-15.96 ( -0.95% )
HUSDT0.488+0.16493 ( +51.05% )
HMSTRUSDT0.000172-0.0000096 ( -5.29% )
HYPEUSDT60.36+0.67 ( +1.12% )
MITOUSDT0.02086+0.00244 ( +13.25% )
SOLUSDT67.45-0.63 ( -0.93% )
Powered by
News

Israel Serang Lebanon, Trump Sebut Perjanjian Damai AS-Iran Tetap Lanjut

User
June 15, 2026 | 00:43 WIB
User
UpdatedDwi Cahyo
June 15, 2026 | 00:43 WIB
Israel Serang Lebanon, Trump Sebut Perjanjian Damai AS-Iran Tetap Lanjut

​Rencana penandatanganan MoU kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran berada di situasi kritis menyusul serangan udara yang dilancarkan Israel ke Beirut, Lebanon, pada Minggu (14/6). Berdasarkan laporan diplomat yang dikutip Fox News, serangan udara tersebut merupakan upaya untuk menggagalkan draf MoU bentukan Presiden Donald Trump. Kendati memicu penundaan, Trump mengklaim kepada Axios bahwa perjanjian bilateral ini akan tetap ditandatangani dalam hitungan jam.

​Eskalasi militer dari Israel terhadap Lebanon ini langsung memicu reaksi dari Iran, melalui unggahan resmi di akun X pribadinya, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menyatakan bahwa agresi Israel membuktikan AS tidak memiliki kemampuan untuk memenuhi komitmen internasionalnya. Ghalibaf menilai bahwa taktik kerja sama di balik layar antara AS dan Israel sudah usang, serta menegaskan Iran tidak akan memberikan konsesi politik di bawah tekanan militer.

​Meskipun terjadi ketegangan baru di koridor diplomatik, poin-poin dalam draf nota kesepahaman bilateral ini dilaporkan sudah disepakati. Menurut sumber pejabat senior Iran kepada Reuters, dalam draf memorandum tersebut Iran menyetujui poin untuk tidak memproduksi maupun mengakuisisi senjata nuklir. Sebagai timbal baliknya, Iran akan membuka kembali Selat Hormuz bagi kapal komersial, sementara militer Amerika Serikat berkomitmen mencabut blokade angkatan laut di perairan tersebut.

​Selain pelonggaran militer, draf perjanjian ini juga mencakup pemulihan ekonomi bagi pihak Iran. Gedung Putih dikabarkan bersedia mencairkan aset Iran yang dibekukan senilai $25 miliar melalui transfer tunai langsung dan kredit keuangan. Lebih lanjut, AS akan menangguhkan sanksi minyak agar Iran dapat kembali menjual komoditas energinya, sekaligus berkomitmen tidak akan menjatuhkan sanksi ekonomi baru hingga kesepakatan final resmi tercapai.

Copiedbagikan