


​Pergerakan harga Bitcoin yang tertahan di bawah level $78.000 pada Senin (25/5) mengiringi derasnya outflows dari instrumen ETF spot. Tercatat, instrumen tersebut mendapati aksi penarikan dana kelolaan senilai $1,26 miliar dalam sepekan terakhir. Kendati demikian, para analis menilai tekanan jual ini bukan menjadi sinyal bahwa institusi tengah berbondong-bondong keluar dari market kripto, melainkan sekadar fenomena rotasi modal ke sesama produk ETF.
​Melansir data riset terbaru dari BRN, ketika produk investasi Bitcoin dan Ethereum mengalami pengurangan dana yang cukup masif, minat investor justru terdeteksi bergeser ke produk ETF altcoin. Dalam jendela waktu yang sama, produk ETF XRP dilaporkan sukses menarik inflows sebesar $22 juta, disusul oleh ETF Solana yang mengantongi tambahan $16 juta, serta instrumen ETF Hyperliquid (HYPE) yang berhasil mengamankan dana segar hingga $72 juta.
​Aktivitas rebalancing portofolio ini diperkirakan bakal menjaga dinamika market bergerak dalam rentang terbatas setidaknya hingga rilis data makroekonomi penting Amerika Serikat tengah pekan ini, mulai dari angka pengeluaran pribadi, PCE inti, hingga PDB kuartal pertama. Di sisi lain, para investor juga terus memantau perkembangan konflik di kawasan Timur Tengah yang berpotensi melonggarkan blokade jalur energi global sebagai salah satu acuan utama untuk menentukan arah pergerakan aset berisiko.