


​Vanguard, raksasa manajer aset dunia dengan aset kelolaan mencapai $12 triliun, resmi membuka lowongan pekerjaan untuk posisi Head of Digital Assets pertama mereka pada Senin (6/7). Langkah ini menandai perubahan haluan yang cukup drastis bagi perusahaan tersebut, setelah bertahun-tahun bersikap skeptis dan menolak industri kripto.
​Berdasarkan informasi dari portal karier Vanguard, posisi baru ini dipersiapkan untuk memimpin strategi, eksekusi perusahaan, serta menyusun roadmap aset digital jangka panjang bagi klien divisi Personal Wealth. Peran ini juga akan mencakup manajemen produk, model operasional, risiko, hingga urusan diplomasi dengan pihak regulator.
​Sikap melunak Vanguard ini terhitung kontras jika dibandingkan dengan kebijakan mereka pada Januari 2024, di mana perusahaan sempat memblokir akses ETF Bitcoin spot dari platform broker mereka karena menilai kripto sebagai aset yang murni spekulatif. Namun, peta kekuatan berubah setelah Salim Ramji, mantan petinggi BlackRock yang menyukseskan peluncuran iShares Bitcoin Trust, masuk menjadi CEO Vanguard pada Juli 2024.
​Puncaknya pada Desember 2025, Vanguard akhirnya melonggarkan aturan dengan mengizinkan lebih dari 50 jiwa klien brokernya untuk mengakses produk ETF dan reksa dana kripto pihak ketiga, mulai dari Bitcoin, Ethereum, XRP, hingga Solana. Meski kini resmi menggarap sektor aset kripto, Vanguard menegaskan belum memiliki rencana untuk menerbitkan produk properti atau ETF kripto milik mereka sendiri.