


Jaksa federal Amerika Serikat resmi menolak permohonan pembebasan yang diajukan oleh pendiri Tornado Cash, Roman Storm. Kantor Kejaksaan AS untuk Distrik Selatan New York menyatakan bahwa argumen pembelaan Storm tidak relevan dengan dakwaan pidana yang dihadapi. Jaksa menekankan bahwa langkah pencegahan pencucian uang tidak diimplementasikan secara memadai dalam operasional layanan mixing tersebut, sehingga proses hukum harus terus berlanjut.
​Roman Storm didakwa atas konspirasi pencucian uang dan pelanggaran regulasi sanksi. Beberapa poin dakwaan hingga kini belum terselesaikan setelah juri gagal mencapai keputusan bulat, yang membuka peluang dilakukannya persidangan ulang. Pihak kejaksaan kini telah mengajukan permohonan kepada pengadilan untuk menggelar sidang ulang tersebut pada Oktober mendatang guna menuntaskan poin-poin dakwaan yang masih tertunda.
​Kasus ini menjadi sorotan utama di market aset digital karena akan menentukan batasan tanggung jawab hukum bagi pengembang protokol privasi terdesentralisasi. Hasil persidangan Oktober nanti diprediksi akan membentuk standar kepatuhan baru bagi layanan mixing kripto di masa depan. Fokus saat ini tertuju pada keputusan hakim terkait izin pelaksanaan sidang ulang di tengah upaya pembelaan Storm untuk membatalkan seluruh dakwaan.