asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
tether usd iconfusionist iconACEUSDT0.228+0.0739 ( +47.96% )
tether usd iconbitcoin iconBTCUSDT64,678.9+384.48 ( +0.6% )
tether usd iconethereum iconETHUSDT1,915.48+11.05 ( +0.58% )
tether usd iconheima iconHEIUSDT0.1361+0.0067 ( +5.18% )
tether usd iconhyperliquid iconHYPEUSDT58.462-0.7 ( -1.18% )
tether usd iconparcl iconPRCLUSDT0.010667+0.006213 ( +139.49% )
tether usd iconsolana iconSOLUSDT77.09+1.36 ( +1.8% )
tether usd iconsui iconSUIUSDT0.6511-0.0214 ( -3.18% )
tether usd icontutorial iconTUTUSDT0.0411-0.00527 ( -11.37% )
Powered by
powered by triv
News - AI

JPMorgan Kembangkan AI Agent untuk Rotasi Saham dan Obligasi

User
July 10, 2026 | 11:43 WIB
User
UpdatedBenny Hawe
July 10, 2026 | 11:43 WIB
JPMorgan Kembangkan AI Agent untuk Rotasi Saham dan Obligasi

JPMorgan dilaporkan mengembangkan agen kecerdasan buatan (AI) yang mampu mengalihkan alokasi investasi secara dinamis antara saham dan obligasi. Berdasarkan hasil backtest yang dikutip Bloomberg, strategi tersebut mampu mengungguli portofolio tradisional 60/40 dengan kelebihan imbal hasil sekitar 0,7 poin persentase per tahun.

Teknologi AI tersebut dirancang untuk menganalisis berbagai indikator pasar dan secara otomatis menentukan kapan porsi investasi perlu dialihkan dari saham ke obligasi, atau sebaliknya. Pendekatan ini bertujuan mengoptimalkan imbal hasil sekaligus mengelola risiko sesuai perubahan kondisi pasar.

Strategi portofolio 60/40 sendiri telah lama menjadi acuan dalam industri investasi, dengan komposisi sekitar 60% aset ditempatkan pada saham dan 40% pada obligasi. Namun, meningkatnya volatilitas pasar dalam beberapa tahun terakhir mendorong lembaga keuangan untuk mencari pendekatan yang lebih adaptif melalui pemanfaatan kecerdasan buatan.

Hasil simulasi JPMorgan menunjukkan bahwa model AI mampu memberikan tambahan imbal hasil sekitar 0,7% per tahun dibandingkan strategi 60/40 konvensional. Meski demikian, angka tersebut berasal dari pengujian historis (backtest) dan belum tentu mencerminkan kinerja pada kondisi pasar di masa depan.

Langkah JPMorgan menegaskan semakin besarnya peran AI dalam industri manajemen aset. Selain digunakan untuk analisis data dan otomatisasi proses investasi, teknologi AI kini mulai diterapkan dalam pengambilan keputusan alokasi portofolio secara real-time.

 

Stay Updated

Follow Cryptowave di Google News

Dapatkan berita kripto, blockchain, dan WEB3 terbaru setiap hari langsung dari Google News Cryptowave.

Follow Sekarang
Copiedbagikan