asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
tether usd iconfusionist iconACEUSDT0.1524+0.0071 ( +4.89% )
tether usd iconbitcoin iconBTCUSDT63,554.5+493.77 ( +0.78% )
tether usd iconethereum iconETHUSDT1,901.31+20.15 ( +1.07% )
tether usd iconhumanity protocol iconHUSDT0.10671-0.0593 ( -35.72% )
tether usd iconhemi iconHEMIUSDT0.0062-0.00252 ( -28.9% )
tether usd iconhyperliquid iconHYPEUSDT59.678+2.21 ( +3.84% )
tether usd iconportal iconPORTALUSDT0.0165+0.00501 ( +43.6% )
tether usd iconsolana iconSOLUSDT75.79+0.36 ( +0.48% )
tether usd icontutorial iconTUTUSDT0.03731+0.00472 ( +14.48% )
Powered by
powered by triv
News - Regulation

JPMorgan Sebut Blockchain Privat Jadi Ancaman Terbesar Bitcoin

User
July 10, 2026 | 14:00 WIB
User
UpdatedBenny Hawe
July 10, 2026 | 14:00 WIB
JPMorgan Sebut Blockchain Privat Jadi Ancaman Terbesar Bitcoin

JPMorgan menilai risiko terbesar bagi Bitcoin dalam jangka panjang bukan berasal dari potensi penjualan aset oleh Strategy, melainkan meningkatnya adopsi infrastruktur blockchain berbasis izin (permissioned blockchain) yang tidak bergantung pada jaringan publik maupun token kripto.

Dalam pandangannya, perkembangan blockchain privat yang digunakan oleh institusi keuangan dapat mengurangi kebutuhan terhadap blockchain publik seperti Bitcoin dan Ethereum untuk berbagai aktivitas keuangan. Infrastruktur tersebut memungkinkan lembaga keuangan memanfaatkan teknologi blockchain tanpa harus menggunakan aset kripto sebagai media transaksi atau insentif jaringan.

JPMorgan menilai tren tersebut berpotensi memperlambat adopsi aset kripto apabila semakin banyak institusi memilih membangun sistem blockchain tertutup yang dikendalikan oleh peserta tertentu. Berbeda dengan blockchain publik yang bersifat terbuka dan terdesentralisasi, permissioned blockchain hanya dapat diakses oleh pihak-pihak yang telah memperoleh izin.

Analisis tersebut juga menepis anggapan bahwa potensi penjualan Bitcoin oleh Strategy merupakan ancaman utama bagi pasar. Menurut JPMorgan, tekanan jual dari satu perusahaan kemungkinan hanya berdampak dalam jangka pendek, sedangkan perubahan arah adopsi teknologi blockchain dapat memberikan konsekuensi yang lebih besar terhadap prospek industri aset digital.

 

Stay Updated

Follow Cryptowave di Google News

Dapatkan berita kripto, blockchain, dan WEB3 terbaru setiap hari langsung dari Google News Cryptowave.

Follow Sekarang
Copiedbagikan