


​Minat investor terhadap emas digital atau tokenisasi emas meledak sepanjang tahun lalu. Laporan terbaru mencatat bahwa produk aset kripto yang dipatok dengan harga emas fisik ini membukukan volume perdagangan hingga 178 miliar dolar AS atau sekitar Rp2.800 triliun pada tahun 2025.
​Angka ini membuat market token emas berhasil mengalahkan volume perdagangan hampir seluruh ETF emas utama di Amerika Serikat, kecuali satu raksasa market, SPDR Gold Shares (GLD). Dari total volume tersebut, sebanyak 126 miliar dolar AS terjadi hanya pada kuartal terakhir tahun 2025, menandakan lonjakan minat yang masif di akhir tahun.
​Kapitalisasi market sektor ini juga tercatat tumbuh 177% hingga menembus angka 4,4 miliar dolar AS. Token seperti Tether Gold (XAUT) dan Paxos Gold (PAXG) menjadi motor penggerak utama, di mana XAUT sendiri menguasai 75% volume perdagangan di kuartal keempat.
​Tren ini dinilai didorong oleh reli harga emas yang kini berada di kisaran US4.750 per troy ons. Mengingat adanya risiko kenaikan tarif dan ketegangan geopolitik. Token emas dinilai menarik karena memungkinkan kepemilikan pecahan tanpa minimum investasi, sehingga lebih mudah diakses oleh investor ritel dibandingkan ETF konvensional.