


​Bank Sentral Kazakhstan mengumumkan rencana investasi sebesar $350 juta atau sekitar Rp5,5 triliun untuk masuk ke market kripto pada Jumat (6/3). Dana yang bersumber dari cadangan emas dan devisa ini akan mulai dialokasikan pada April atau Mei mendatang guna mendiversifikasi portofolio negara.
​Investasi tersebut tidak hanya menyasar token kripto secara langsung, tetapi juga saham perusahaan teknologi blockchain dan dana indeks (ETF). Langkah ini diambil untuk menyesuaikan struktur cadangan negara dengan perkembangan teknologi finansial terbaru, sekaligus menekan risiko ketergantungan pada instrumen tradisional di tengah dinamika ekonomi global.
​Meski jumlahnya kurang dari 1% dari total cadangan devisa Kazakhstan, pengumuman resmi ini memperkuat tren adopsi kripto oleh institusi negara. Kazakhstan kini menyusul jejak El Salvador dan Bhutan dalam mengintegrasikan aset digital ke dalam neraca keuangan resmi mereka.