asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
Dark Mode
ALLOUSDT0.4625+0.0275 ( +6.32% )
BTCUSDT62,311.4-1281.39 ( -2.02% )
EPICUSDT0.45-0.096 ( -17.58% )
HUSDT0.23715-0.45164 ( -65.57% )
HOMEUSDT0.03269+0.0005 ( +1.55% )
HYPEUSDT60.764-3.34 ( -5.21% )
MOVEUSDT0.0152+0.0008 ( +5.56% )
SAHARAUSDT0.01995-0.01819 ( -47.69% )
SOLUSDT65.67-1.16 ( -1.74% )
Powered by
News - Web3

Kecerdikan Michael Saylor Terapkan Teori "Jual di Atas Beli di Bawah"

User
June 9, 2026 | 16:38 WIB
User
UpdatedBenny Hawe
June 9, 2026 | 16:38 WIB
Kecerdikan Michael Saylor Terapkan Teori "Jual di Atas Beli di Bawah"

Michael Saylor kembali membuktikan reputasinya sebagai salah satu investor Bitcoin paling agresif sekaligus paling oportunis di pasar kripto. Setelah sempat menuai kritik karena menjual 32 Bitcoin pada akhir Mei 2026, pendiri Strategy tersebut justru memanfaatkan koreksi pasar untuk melakukan akumulasi besar-besaran dengan harga yang jauh lebih rendah.

Data terbaru menunjukkan bahwa Strategy menjual 32 BTC pada periode 26 Mei hingga 31 Mei 2026 dengan harga rata-rata sekitar $77.135 per Bitcoin. Transaksi tersebut menghasilkan sekitar $2,5 juta dan menjadi penjualan Bitcoin pertama perusahaan sejak 2022.

Namun hanya beberapa hari kemudian, saat pasar kripto mengalami tekanan dan harga Bitcoin terkoreksi tajam, Strategy kembali masuk ke pasar. Pada periode 1 Juni hingga 7 Juni 2026, perusahaan membeli 1.550 BTC senilai sekitar $101,3 juta dengan harga rata-rata hanya $65.332 per Bitcoin.

Jika dibandingkan, harga jual 32 BTC tersebut sekitar $11.803 lebih tinggi dibanding harga rata-rata pembelian terbaru. Selisih tersebut menunjukkan bahwa Strategy berhasil melepas sebagian kecil kepemilikannya saat harga relatif tinggi, kemudian memanfaatkan kepanikan pasar untuk menambah cadangan Bitcoin dalam jumlah jauh lebih besar saat harga lebih murah.

Langkah ini juga mematahkan kekhawatiran sebagian pelaku pasar yang menganggap penjualan 32 BTC menjadi sinyal bahwa Strategy mulai meninggalkan strategi akumulasi Bitcoin. Faktanya, jumlah Bitcoin yang dibeli kembali mencapai hampir 50 kali lebih besar dibanding jumlah yang dijual.

Saat ini Strategy tercatat memiliki 845.256 BTC dengan nilai puluhan miliar dolar, menjadikannya perusahaan publik pemegang Bitcoin terbesar di dunia. Akuisisi terbaru tersebut semakin memperkuat posisi Michael Saylor sebagai salah satu tokoh yang terus memanfaatkan volatilitas pasar untuk memperbesar eksposurnya terhadap aset digital terbesar tersebut.

Copiedbagikan