


​Kelp DAO resmi menangguhkan smart contract inti mereka menyusul insiden eksploitasi yang terjadi pada Jumat (18/4). Eksploitasi ini mengakibatkan penarikan ilegal sebanyak 116.500 rsETH atau setara $293 juta. Penyerang dilaporkan memanfaatkan celah pada mekanisme bridge cross-chain untuk mencetak token rsETH tanpa kolateral, yang kemudian digunakan untuk menguras likuiditas dari berbagai protokol DeFi.
​Aset hasil cetakan tanpa jaminan tersebut dijadikan kolateral di Aave V3 untuk menarik ETH asli, yang memicu utang macet dan memaksa pembekuan pasar di sembilan protokol DeFi utama. Dampak sistemik ini menyeret berbagai protokol DeFi besar seperti Aave, SparkLend, Compound, Euler, hingga Pendle. Strategi meta-vault pada Lido Earn dan Beefy juga resmi dihentikan guna mencegah penyebaran risiko lebih lanjut di ekosistem restaking.
​Dalam pernyataan resminya, tim developer Kelp DAO mengonfirmasi sedang melakukan analisis akar masalah bersama LayerZero dan pakar keamanan siber. Langkah darurat penangguhan smart contract dilakukan hanya dalam waktu 46 menit setelah deteksi awal. Hingga kini, belum ada rincian mengenai rencana pemulihan dana, dan pengguna diminta hanya memantau informasi melalui saluran komunikasi resmi protokol.