

.png)
.png)

Platform pembayaran kripto Bitrefill mengungkapkan bahwa mereka mengalami serangan siber pada 1 Maret Silam yang diduga terkait dengan kelompok peretas Lazarus Group. Insiden ini menyebabkan akses tidak sah ke sistem internal perusahaan.
Dalam pernyataannya, Bitrefill menyebut bahwa para penyerang berhasil menguras sejumlah dompet kripto serta mengakses sekitar 18.500 data transaksi pembelian pengguna. Data tersebut mencakup catatan aktivitas pembelian di platform.
Lazarus Group sendiri dikenal sebagai kelompok peretas yang sering dikaitkan dengan berbagai serangan siber besar di industri kripto. Kelompok ini diduga memiliki keterkaitan dengan Korea Utara dan kerap menargetkan platform aset digital untuk mencuri dana maupun data.
Bitrefill menyatakan telah mengambil langkah langkah mitigasi untuk mengamankan sistem serta mencegah insiden serupa terjadi di masa mendatang. Perusahaan juga terus melakukan investigasi lebih lanjut untuk memahami dampak penuh dari serangan tersebut.
Insiden ini kembali menyoroti pentingnya keamanan siber dalam industri kripto, terutama bagi platform yang mengelola aset digital dan data pengguna dalam jumlah besar.