Ketua Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas AS atau CFTC, Michael Selig, menegaskan bahwa industri aset digital di Amerika Serikat akan segera memperoleh kepastian aturan struktur pasar, terlepas dari hasil pemungutan suara RUU CLARITY Act di Kongres. Sikap tegas tersebut disampaikan Selig saat membuka pertemuan perdana Innovation Advisory Committee pada Kamis, (20/8), yang dihadiri 43 pimpinan industri kripto maupun keuangan, termasuk jajaran petinggi Coinbase, Kraken, Ripple, Gemini, Robinhood, hingga bursa Wall Street seperti Nasdaq, NYSE, dan CME.
​Dalam pidato pembukaannya, Selig menekankan pentingnya mengakhiri ketidakpastian hukum demi memperkuat daya saing pasar modal domestik. "Kita telah melintasi sungai Rubicon dan kini berdiri tegak di garis depan era baru keuangan," ujar Selig di hadapan para anggota komite penasihat inovasi tersebut.
​Selig menginstruksikan tim internal CFTC untuk mulai menyusun pedoman resmi aturan main pasar kripto menggunakan kewenangan hukum yang ada. Kebijakan ini disiapkan guna membuka peluang bagi bursa kripto menawarkan fasilitas perdagangan dengan leverage dan akun margin secara legal, membuka jalur kepatuhan resmi bagi pengembang protokol DeFi, serta memodernisasi regulasi platform pasar prediksi.
​Meski tetap mendukung proses voting CLARITY Act di Senat pada 15 September mendatang, Selig memastikan CFTC tidak akan tinggal diam jika proses legislasi kembali buntu. "Jika RUU CLARITY terus terhambat, CFTC akan memanfaatkan kewenangan yang ada untuk mulai membangun rezim pasar aset kripto. Kita berutang langkah ini kepada seluruh masyarakat Amerika," tegas Selig demi mewujudkan visi menjadikan AS sebagai pusat inovasi kripto dunia.



