


​Pemerintah Iran menegaskan bakal meluncurkan balasan menyakitkan jika Amerika Serikat nekat merebut Pulau Kharg pada Kamis (11/6). Pejabat tinggi Iran, Ebrahim Azizi, menyatakan militer mereka kini siaga penuh. Eskalasi kembali memanas setelah Donald Trump mengumumkan rencana pengambilalihan infrastruktur energi utama Teheran tersebut, yang berisiko memutus pasokan minyak global.
​Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, memperingatkan bahwa keputusan impulsif Washington akan langsung memicu kehancuran sistemik di pasar komoditas.
​“Strategi yang salah dan keputusan impulsif akan mengatur ulang seluruh papan permainan ke arah yang lebih buruk, meledakkan infrastruktur serta market energi, dan menciptakan rawa penderitaan tanpa akhir yang akan menjebak Anda selama bertahun-tahun. Anda akan melihat Iran yang berbeda,” tegas Ghalibaf.
​Langkah sepihak Trump ini dinilai hanya akan menciptakan infinite liquidation bog bagi rantai pasok global. Alih-alih melumpuhkan Iran, agresi militer di Teluk Persia diprediksi justru akan menguras habis likuiditas ekonomi dan resource AS dalam jangka panjang.