Ketua Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC), Paul Atkins, menyatakan optimismenya bahwa rancangan undang-undang struktur pasar aset kripto, Clarity Act, berpeluang disahkan oleh Senat AS dalam kurun waktu dua pekan ke depan. Pernyataan Atkins tersebut mengarah langsung pada agenda pemungutan suara Senat yang dijadwalkan berlangsung pada 15 September mendatang, sebelum draf aturan diserahkan ke meja Presiden Donald Trump untuk ditandatangani menjadi undang-undang resmi.
​Dalam wawancaranya bersama Fox Business pada Rabu (2/9), Atkins menyebut regulasi tersebut sebagai langkah paling bersejarah dalam industri aset kripto hingga saat ini. Clarity Act sendiri memiliki rekam jejak panjang di ranah legislasi setelah disetujui oleh DPR AS pada Juli tahun lalu serta lolos dari Komite Perbankan Senat pada Mei 2026, meski pembahasannya sempat tertunda pada awal Agustus. Pengesahan regulasi ini diproyeksikan bakal memformalkan pedoman perdagangan, pencatatan aset kripto, hingga standar penyimpanan (custody) guna memangkas beban biaya kepatuhan bagi korporasi dan institusi finansial.
​Kalangan pelaku industri menilai hasil pemungutan suara Senat pada pertengahan September akan menjadi katalis utama penentu tren pergerakan Bitcoin dan aset kripto lainnya. Kehadiran kepastian hukum dinilai sangat krusial untuk membuka keran likuiditas institusional yang jauh lebih luas. Jika regulasi ini resmi disahkan, kejelasan aturan operasional berpotensi memicu reli penguatan pasar, sedangkan penundaan kembali dikhawatirkan membuat harga aset kripto tertahan dan bergerak mendatar (sideways).



