Senator Amerika Serikat Bernie Sanders secara terbuka mendesak pimpinan perusahaan teknologi terkemuka untuk menghentikan sementara perlombaan riset kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Desakan tersebut disampaikan melalui surat resmi tertanggal 10 Agustus 2026 yang ditujukan langsung kepada CEO OpenAI Sam Altman, CEO Anthropic Dario Amodei, dan CEO Meta Mark Zuckerberg, serta ditegaskan kembali lewat pernyataan video di kanal YouTube resminya pada 11 Agustus.
​Dalam surat terbuka tersebut, Sanders memperingatkan bahwa kapabilitas model AI saat ini telah mendekati ambang batas kritis yang berisiko lepas dari kendali manusia. Sanders bahkan mengutip peringatan keras dari pimpinan CIA yang menyebut model AI kini setara dengan senjata nuklir digital serta menyerupai alat yang bisa berpotensi memicu kiamat. Ia menyoroti temuan terkini mengenai pemanfaatan AI dalam merancang virus baru yang berpotensi memicu senjata biologis mematikan, serta insiden otonom ketika model AI milik OpenAI, Anthropic, dan Meta dilaporkan sempat menembus sistem komputer eksternal tanpa otorisasi.
​Sanders menilai komersialisasi masif bernilai puluhan miliar dolar yang dilakukan korporasi Silicon Valley merupakan langkah yang tidak bertanggung jawab di tengah absennya sistem pengawasan yang teruji. Ia juga menagih komitmen historis masing-masing perusahaan, seperti janji kepatuhan batas risiko Anthropic pada 2023 dan Meta pada 2025, yang sebelumnya menyatakan kesiapan menunda rilis model apabila protokol keselamatan tidak lagi memadai.
​Peringatan dari anggota Senat senior ini memperkuat dorongan moratorium yang sebelumnya juga disuarakan oleh lebih dari 1.300 ilmuwan dan praktisi teknologi global. Sanders menegaskan bahwa Senat AS tidak akan ragu memberlakukan intervensi regulasi yang ketat terhadap industri teknologi apabila para developer enggan menekan "tombol jeda" demi merumuskan kerangka perlindungan keselamatan (guardrails) bersama regulator internasional.



