Layanan MetaMask Staking mengambil langkah darurat usai mendeteksi adanya indikasi sistem yang disusupi peretas (compromised) pada infrastruktur internalnya. Sebagai bentuk pencegahan guna melindungi dana pengguna, MetaMask resmi menarik seluruh node validator Ethereum yang mereka operasikan dari protokol Lido.
​Proses penghentian node validator tersebut telah dimobilisasi dan dijadwalkan selesai paling lambat pada 7 Oktober 2026. Keputusan menghentikan operasional node secara mendadak ini membuat MetaMask berpotensi kehilangan sebagian imbalan (reward) staking, serta berisiko terkena denda penalti downtime di jaringan Ethereum.
​Penarikan aset secara penuh diperkirakan membutuhkan waktu hingga 45 hari mengikuti antrean siklus exit dan entry jaringan. Meski demikian, MetaMask menegaskan bahwa operasional staking mereka bersifat non-kustodial sehingga kunci penarikan (withdrawal keys) milik klien tetap aman dan tidak dikuasai perusahaan.
​Menanggapi insiden ini, pihak Lido mengonfirmasi bahwa ekosistem mereka tetap stabil dan pemegang token stETH tidak perlu mengambil tindakan apa pun. "Sistem keamanan Lido dan dana cadangan darurat sebesar lebih dari 6.750 stETH dirancang untuk meredam potensi gangguan operasional pada protokol," tegas Lido dalam pernyataan resminya.



