asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
Dark Mode
BTCUSDT67,088.8-1495.83 ( -2.18% )
CHESSUSDT0.00733-0.00137 ( -15.75% )
ETHUSDT1,950.23-56.72 ( -2.83% )
GHSTUSDT0.16+0.031 ( +24.03% )
NKNUSDT0.0095-0.0044 ( -31.66% )
NRNUSDT0.00806-0.00237 ( -22.72% )
SLVONUSDT77.19+3.63 ( +4.94% )
SOLUSDT81.2-2.71 ( -3.23% )
XRPUSDT1.3723-0.0363 ( -2.58% )
Powered by
News

​Konsisten! Bernstein Prediksi Bitcoin Sentuh $150.000 Akhir 2026

User
February 10, 2026 | 08:53 WIB
User
UpdatedDwi Cahyo
February 10, 2026 | 08:53 WIB
​Konsisten! Bernstein Prediksi Bitcoin Sentuh $150.000 Akhir 2026

​Firma riset dan investasi, Bernstein, kembali menegaskan keyakinannya bahwa harga Bitcoin akan menyentuh angka $150.000 pada akhir tahun 2026. Dalam laporan riset terbaru yang dirilis Senin (9/2), para analis Bernstein menyebut koreksi harga yang terjadi belakangan ini sebagai kasus bearish terlemah dalam sejarah.. Mereka menilai penurunan saat ini hanya dipicu oleh sentimen pasar jangka pendek, bukan karena kerusakan fundamental pada jaringan atau sistem Bitcoin.

​Bernstein menyoroti perbedaan mencolok antara siklus pasar saat ini dengan periode bear market crypto sebelumnya. Jika dulu penurunan harga sering disebabkan oleh kegagalan sistemik, leverage tersembunyi, atau kebangkrutan bursa besar, kali ini struktur pasar dinilai jauh lebih sehat. Dukungan institusional yang kokoh melalui ETF Bitcoin Spot, partisipasi perusahaan treasury crypto, serta kebijakan politik Amerika Serikat yang semakin pro-kripto menjadi alasan utama mengapa tesis bullish mereka tidak berubah.

​Laporan tersebut juga secara khusus menepis kekhawatiran investor terkait ancaman teknologi Artificial Intelligence (AI) dan komputasi kuantum terhadap relevansi Bitcoin. Sebaliknya, Bernstein melihat Bitcoin akan berperan penting dalam ekonomi digital masa depan yang dijalankan oleh mesin otonom. Mereka juga meyakini bahwa penambang dan perusahaan pemegang Bitcoin besar memiliki neraca keuangan yang cukup kuat untuk bertahan, sehingga risiko panic selling sangat minim terjadi.

Copiedbagikan