Jonathan Spalletta, seorang konsultan keamanan siber, resmi dinyatakan bersalah oleh juri pengadilan federal di Manhattan pada Rabu (7/10) atas pencurian kripto senilai hampir $55 juta dari protokol decentralized exchange (DEX) Uranium Finance. Berdasarkan dakwaan Kejaksaan Agung AS (SDNY), Spalletta melancarkan dua serangan pada April 2021, yakni mengeksploitasi imbalan smart contract senilai $1,4 juta dan meraup $53,3 juta dari 26 liquidity pool yang berujung pada penutupan total protokol tersebut.
Dalam persidangan terungkap bahwa ia mencuci sebagian besar dana curian melalui protokol privasi Tornado Cash sebelum membelanjakannya untuk barang koleksi bernilai fantastis. Tanpa rasa bersalah, usai aksi pertamanya ia sempat mengirim pesan kepada seseorang, "Aku melakukan peretasan kripto senilai $1,5 juta beberapa minggu lalu. Lagi pula kripto hanyalah uang internet palsu."
Aparat penegak hukum kemudian menyita sejumlah aset mewah dari kediamannya di Maryland. Barang bukti tersebut meliputi kartu Magic: The Gathering "Black Lotus" seharga $500.000, koleksi kartu Pokémon senilai lebih dari $3 juta meliputi 18 bungkus Alpha Booster bersegel, kotak booster pack edisi pertama, hingga satu set lengkap basis edisi pertama, koin era pembunuhan Julius Caesar, serta sepotong kain dari pesawat perintis Wright brothers yang pernah dibawa ke bulan.
Hakim Distrik AS Jed Rakoff menjadwalkan sidang vonis pada 16 Februari mendatang. Atas dakwaan pencucian uang dan peretasan tersebut, Spalletta menghadapi ancaman hukuman penjara maksimal hingga 20 tahun.



