Krisis bahan bakar mulai menghantam pasar energi global setelah serangan terhadap jalur pipa minyak Arab Saudi mengganggu pasokan sekitar 2,5 juta barel per hari. Sejumlah eksekutif industri minyak menilai gangguan tersebut kini mulai terasa langsung pada ketersediaan dan harga bahan bakar, menurut laporan Wall Street Journal.
Tekanan paling besar terlihat pada diesel. Harga diesel di Amerika Serikat dilaporkan melonjak hingga rekor $6,23 per galon, memperbesar tekanan biaya bagi sektor transportasi, logistik, pertanian hingga industri yang bergantung pada bahan bakar tersebut.
Gangguan sebesar 2,5 juta barel per hari menjadi signifikan karena terjadi ketika rantai pasokan energi global sudah menghadapi tekanan. Hilangnya pasokan dalam jumlah besar dapat membuat kilang dan distributor harus mencari sumber alternatif, sementara keterbatasan pasokan berpotensi mendorong harga produk energi semakin tinggi.
Lonjakan harga bahan bakar juga menjadi risiko baru bagi inflasi. Jika harga energi bertahan tinggi, biaya transportasi dan produksi dapat ikut naik dan berpotensi memengaruhi ekspektasi kebijakan suku bunga bank sentral.


.png)
