


​Bitmine mengumumkan total kepemilikan aset kripto dan kas mereka kini menembus $13,4 miliar. Berdasarkan rilis resmi Senin (11/5), Bitmine telah mengamankan 5,21 juta ETH, yang mencakup 4,31% dari seluruh suplai global. Aksi akumulasi masif ini secara efektif membuat suplai ETH di market menjadi disinflasi karena aset tersebut ditarik dari peredaran untuk investasi jangka panjang.
​Meskipun sudah menambah lebih dari 1 juta ETH sepanjang awal 2026, Bitmine kini memutuskan untuk mulai memperlambat laju akumulasi mingguannya. Chairman Bitmine, Tom Lee, mengungkapkan bahwa perusahaan akan mulai mengurangi kecepatan pembelian dari target awal 100.000 ETH per minggu. Perlambatan ini dilakukan karena target kepemilikan 5% dari suplai ETH dunia diprediksi akan tercapai lebih cepat, yakni pada pertengahan Juli mendatang, melampaui estimasi awal yang semula dipatok pada akhir tahun 2026.
​Strategi Bitmine saat ini bergeser pada optimalisasi aset melalui skema staking. Sebanyak 4,7 juta ETH telah dikunci melalui platform MAVAN, yang diproyeksikan memberikan pendapatan tahunan sebesar $352 juta. Dengan posisi sebagai treasury ETH terbesar di dunia, Bitmine terus memperkuat fundamentalnya sebagai pintu utama bagi institusi yang mencari eksposur terhadap ekosistem Ethereum dan perkembangan teknologi agentic AI.