asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
Dark Mode
tether usd iconlorenzo protocol iconBANKUSDT0.07032-0.09561 ( -57.62% )
tether usd iconbitcoin iconBTCUSDT64,872.0+1002.12 ( +1.57% )
tether usd iconcoti iconCOTIUSDT0.01472-0.00189 ( -11.38% )
tether usd icondexe iconDEXEUSDT2.372-0.484 ( -16.95% )
tether usd iconethereum iconETHUSDT1,921.01+21.9 ( +1.15% )
tether usd iconhyperliquid iconHYPEUSDT54.974+0.22 ( +0.41% )
tether usd iconpepe iconPEPEUSDT0.00000278+0.00000006 ( +2.21% )
tether usd iconsolana iconSOLUSDT74.53+1.21 ( +1.65% )
tether usd iconripple iconXRPUSDT1.0876+0.0131 ( +1.22% )
Powered by
powered by triv
News

Kepemilikan Obligasi Pemerintah AS Oleh Bank Sentral Global Turun ke Level Terendah Sejak 2012

User
April 1, 2026 | 10:00 WIB
User
UpdatedBenny Hawe
April 1, 2026 | 10:00 WIB
Kepemilikan Obligasi Pemerintah AS Oleh Bank Sentral Global Turun ke Level Terendah Sejak 2012

Sejumlah bank sentral global dilaporkan mengurangi kepemilikan obligasi pemerintah Amerika Serikat atau US Treasury ke level terendah sejak 2012, menurut laporan Financial Times.

Data menunjukkan bahwa nilai US Treasury yang disimpan di Federal Reserve Bank of New York oleh institusi resmi turun sebesar $82 miliar sejak 25 Februari. Penurunan ini mencerminkan langkah bank sentral dalam merespons tekanan ekonomi yang meningkat akibat konflik di Timur Tengah.

Dalam upaya menjaga stabilitas ekonomi domestik, beberapa bank sentral juga melakukan intervensi di pasar valuta asing untuk menopang nilai mata uang mereka. Langkah ini umumnya melibatkan penjualan dolar AS untuk memperkuat mata uang lokal.

Salah satu contoh signifikan datang dari Turki, di mana bank sentralnya dilaporkan telah menjual sekitar $22 miliar surat berharga pemerintah asing sejak 27 Februari.

Tekanan ini terjadi di tengah gangguan pasokan global yang dipicu oleh konflik Iran, yang berdampak pada harga energi dan stabilitas pasar keuangan. Kondisi tersebut memaksa banyak negara untuk mengambil langkah defensif guna menjaga stabilitas ekonomi dan nilai tukar.

Penurunan kepemilikan US Treasury oleh bank sentral global juga menunjukkan adanya pergeseran strategi cadangan devisa, di mana negara negara mulai lebih aktif mengelola likuiditas dan risiko di tengah ketidakpastian global.

Dengan tekanan yang terus meningkat, bank sentral di berbagai negara kini menghadapi tantangan besar dalam menjaga keseimbangan antara stabilitas mata uang, inflasi, dan pertumbuhan ekonomi.

 

Stay Updated

Follow Cryptowave di Google News

Dapatkan berita kripto, blockchain, dan WEB3 terbaru setiap hari langsung dari Google News Cryptowave.

Follow Sekarang
Copiedbagikan