asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
tether usd iconfusionist iconACEUSDT0.2411+0.0107 ( +4.64% )
tether usd iconbitcoin iconBTCUSDT77,311.1+9.28 ( +0.01% )
tether usd icondoge coin iconDOGEUSDT0.09286+0.00862 ( +10.23% )
tether usd iconethereum iconETHUSDT2,427.63+19.63 ( +0.82% )
tether usd iconhyperliquid iconHYPEUSDT78.176+2.68 ( +3.55% )
tether usd iconpepe iconPEPEUSDT0.00000415+0.00000026 ( +6.68% )
tether usd iconsolana iconSOLUSDT94.24+2.75 ( +3.01% )
tether usd icontutorial iconTUTUSDT0.04785+0.00524 ( +12.3% )
tether usd iconripple iconXRPUSDT1.4758+0.0842 ( +6.05% )
Powered by
powered by triv
News - Web3

Lion Group Holdings Investasikan $12 Juta ke Pengembang Stablecoin Rupiah Indonesia

User
June 25, 2026 | 14:43 WIB
User
UpdatedBenny Hawe
June 25, 2026 | 14:43 WIB
Lion Group Holdings Investasikan $12 Juta ke Pengembang Stablecoin Rupiah Indonesia

Lion Group Holding Ltd mengumumkan rencana investasi hingga $12 juta ke PT Nusantara Bumi Sangkara (NBS), perusahaan teknologi Indonesia yang tengah mengembangkan stablecoin berbasis rupiah bernama NIDR. Investasi tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan Meili Capital Management Limited menggunakan skema transaksi non-tunai berbasis instrumen ekuitas.

Berdasarkan perjanjian yang telah disepakati, Lion Group akan memperoleh kepentingan ekonomi tidak langsung sebesar 10% di PT Nusantara Bumi Sangkara melalui Meili Capital atau kendaraan investasi yang ditunjuk. Transaksi ini masih menunggu sejumlah persetujuan regulator, termasuk dari Nasdaq dan SEC.

NBS saat ini sedang mengembangkan NIDR, stablecoin yang dipatok 1:1 terhadap rupiah dan didukung oleh aset cadangan. Proyek tersebut ditujukan untuk mendukung layanan transfer dana lintas batas, pertukaran nilai, serta pembangunan infrastruktur keuangan digital yang mengintegrasikan blockchain, smart contract, dan sistem manajemen risiko berbasis kecerdasan buatan (AI). Perusahaan juga disebut telah memperoleh persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Lion Group menyatakan investasi ini merupakan bagian dari strategi Digital Asset Treasury yang sedang dijalankan perusahaan, sekaligus melengkapi rencana ekspansi ke sektor infrastruktur AI melalui akuisisi Aquila Hash Inc. Menurut CEO Lion Group, Wilson Wang, struktur transaksi non-tunai memungkinkan perusahaan mempertahankan modal sekaligus memperoleh eksposur terhadap pertumbuhan ekosistem stablecoin dan pembayaran digital di Asia Tenggara.

 

Stay Updated

Follow Cryptowave di Google News

Dapatkan berita kripto, blockchain, dan WEB3 terbaru setiap hari langsung dari Google News Cryptowave.

Follow Sekarang
Copiedbagikan

Most Read