asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
tether usd iconaster iconASTERUSDT0.739+0.0289 ( +4.07% )
tether usd iconbitcoin iconBTCUSDT85,908.1-280.11 ( -0.33% )
tether usd iconethereum iconETHUSDT2,718.51+5.59 ( +0.21% )
tether usd icongitcoin iconGTCUSDT0.18742+0.01922 ( +11.43% )
tether usd iconhyperliquid iconHYPEUSDT94.896+4.0 ( +4.4% )
tether usd iconondo iconONDOUSDT0.4996+0.004 ( +0.81% )
tether usd iconsolana iconSOLUSDT121.3-0.51 ( -0.42% )
tether usd iconsui iconSUIUSDT1.2272+0.0195 ( +1.62% )
tether usd iconworldcoin iconWLDUSDT0.5764-0.0027 ( -0.47% )
Powered by
powered by triv
News

Malaysia Rugi Rp17,6 Triliun Akibat Pencurian Listrik oleh Penambang Kripto Sejak 2020

User
November 19, 2025 | 15:02 WIB
User
UpdatedBenny Hawe
November 19, 2025 | 15:02 WIB
Malaysia Rugi Rp17,6 Triliun Akibat Pencurian Listrik oleh Penambang Kripto Sejak 2020

Kementerian Energi Malaysia mengungkapkan bahwa perusahaan utilitas nasional Tenaga Nasional Berhad (TNB) mengalami kerugian lebih dari US$1,1 miliar (sekitar Rp17,6 triliun) akibat pencurian listrik oleh penambang kripto antara 2020 hingga Agustus 2025.

Menurut kementerian, sebanyak 13.827 lokasi operasi penambangan kripto ditemukan melakukan tindakan ilegal, mulai dari memodifikasi hingga mem-bypass meteran listrik untuk mendapatkan pasokan daya secara gratis. Modus pencurian ini digunakan untuk menekan biaya operasional, mengingat aktivitas penambangan kripto membutuhkan energi listrik dalam jumlah besar untuk menggerakkan perangkat komputasi.

Kasus pencurian listrik oleh penambang kripto telah menjadi masalah menahun di Malaysia, yang beberapa kali diumumkan sebagai salah satu hotspot aktivitas mining ilegal di Asia Tenggara. TNB sebelumnya melaporkan bahwa metode yang digunakan penambang ilegal semakin canggih, termasuk pemasangan kabel tersembunyi, modifikasi instalasi, hingga penggunaan bangunan kosong untuk menghindari inspeksi.

Pihak berwenang Malaysia menegaskan bahwa tindakan hukum akan terus diperketat, termasuk penindakan kriminal dan denda besar bagi pelaku. Pemerintah juga mempertimbangkan kebijakan baru untuk menindak penyedia peralatan dan pihak lain yang terlibat dalam rantai pasok penambangan ilegal.

Laporan ini menambah urgensi bagi Malaysia untuk memperkuat regulasi energi dan kripto, seiring meningkatnya konsumsi listrik nasional dan risiko terhadap stabilitas jaringan.

 

Stay Updated

Follow Cryptowave di Google News

Dapatkan berita kripto, blockchain, dan WEB3 terbaru setiap hari langsung dari Google News Cryptowave.

Follow Sekarang
Copiedbagikan

Most Read

Data CPI Bulan Agustus Rilis, Inflasi AS Tetap di 3,4%
News - Breaking News
September 11, 2026 | 19:34 WIB