Malaysia mencatatkan potensi pertumbuhan ekonomi baru setelah Google mengumumkan komitmen investasi senilai $15 miliar atau sekitar Rp250 triliun pada Rabu (04/11). Laporan Reuters menyebutkan bahwa dana untuk periode 2027–2028 ini dialokasikan untuk pembangunan data center baru, fasilitas energi bersih, ketahanan air, dan pelatihan kerja.
​Langkah ini merupakan ekspansi dari komitmen awal senilai $2 miliar pada 2024. Selain fasilitas yang beroperasi di Elmina Business Park, Google berencana membangun data center serta infrastruktur pendukung baru di Selangor dan Negeri Sembilan untuk memperluas kapasitas komputasi nasional.
​Terkait kebutuhan daya, Google akan menambah kapasitas energi bersih lebih dari 1 gigawatt (GW) ke jaringan listrik nasional. Anak perusahaan Alphabet ini menegaskan akan menanggung 100% biaya listrik dan infrastruktur koneksinya tanpa membebani pasokan listrik lokal.
​Fasilitas data center ini dirancang dengan rasio Power Usage Effectiveness (PUE) di kisaran 1,12 hingga 1,14. Tahap konstruksi diproyeksikan menyumbang rata-rata $1,1 miliar per tahun ke PDB Malaysia dan membuka lebih dari 37.000 lapangan pekerjaan, sedangkan tahap operasional akan menyerap 9.000 tenaga kerja dengan gaji 45% di atas median nasional.
​Google juga menggelar empat program peningkatan keterampilan (upskilling) digital. Program ini ditargetkan mampu melatih hingga 800.000 tenaga kerja asal Malaysia dalam lima tahun ke depan.



