Mantan agen khusus FBI, Patrick Steven Yaroch (37), resmi mengaku bersalah atas wire fraud dan pencucian uang di Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Timur Virginia pada Kamis (5/11). Yaroch mencuri aset kripto senilai $2,47 juta dari 79 wallet yang terikat pada 35 kasus penyidikan FBI.
​Aksi penyalahgunaan wewenang ini menyasar berbagai wallet kripto, mulai dari milik tersangka kejahatan, korban yang melapor, hingga entitas dua negara asing yang menjadi lawan politik AS.
​Aksi ilegal yang berlangsung sejak akhir 2024 ini memanfaatkan akses database rahasia FBI untuk mengambil kredensial wallet kripto. Yaroch menyamarkan jejak transaksi lewat layanan pencampur (privacy swap service), mengubah aset ke Monero (XMR), Solana (SOL), dan Sui (SUI), hingga mencairkannya ke rekening bank pribadi.
​Berdasarkan dokumen pengadilan, uang hasil curian tersebut dipakai untuk membayar utang, membeli mobil mewah Lexus, serta merencanakan pembelian kebun anggur di Portugal. Yaroch kini menghadapi ancaman hukuman hingga 20 tahun penjara untuk setiap pasal, dengan sidang pembacaan vonis dijadwalkan pada 4 Maret 2027.



