


​Manuel Aráoz, mantan founder dan Chief Technology Officer (CTO) firma keamanan OpenZeppelin, memicu kepanikan di market usai menyatakan bahwa seluruh protokol Decentralized Finance (DeFi) saat ini sangat rentan terkena hack akibat kecerdasan buatan (AI). Melalui platform X pada Senin (25/5), ia memperingatkan bahwa AI agent kini memiliki kemampuan level tinggi dalam menemukan kerentanan dalam sebuah sistem protokol dApps. Kondisi ini membuat pertahanan smart contract menjadi terlalu asimetris karena developer harus menambal setiap bug, sementara peretas hanya butuh satu celah.
​Menyikapi ancaman tersebut, Aráoz secara blak-blakan menyarankan para investor untuk segera menarik dana dari seluruh protokol DeFi, termasuk dari protokol blue-chip raksasa seperti Aave, MakerDAO, dan Compound. Pernyataan kontroversial dari sosok yang telah mundur pada 2019 ini sontak membuat banyak pihak langsung menuntut klarifikasi dari OpenZeppelin.
​Merespons kehebohan itu, OpenZeppelin merilis bantahan resmi pada Selasa (26/5) dan menegaskan pandangan Aráoz tidak mewakili posisi perusahaan. Firma yang mengamankan aset senilai $35 triliun ini menekankan bahwa rekor 28 eksploitasi DeFi dengan kerugian $635 juta pada April lalu mayoritas disebabkan oleh kelalaian operasional seperti kebocoran private key, bukan karena cacat bawaan pada smart contract.