


​Mark Zuckerberg bersama dengan Meta bersiap menghidupkan kembali proyek stablecoin pada paruh kedua tahun 2026 untuk memperkuat ekosistem pembayaran bagi para konten kreator di WhatsApp, Facebook, dan Instagram. Langkah ini menjadi titik balik bagi perusahaan tersebut setelah menghentikan proyek "Diem" empat tahun lalu akibat tekanan regulasi. Fokus utama kali ini adalah memfasilitasi transaksi internasional yang lebih murah serta menyediakan layanan remitansi yang efisien bagi para pembuat konten di seluruh platform miliknya.
​Berbeda dengan proyek sebelumnya, Meta kemungkinan besar tidak akan menerbitkan token sendiri melainkan menggandeng pihak ketiga seperti Stripe untuk menyediakan infrastrukturnya. Dengan menggandeng vendor eksternal, Meta berharap dapat menghindari hambatan birokrasi sekaligus mempercepat adopsi teknologi blockchain sebagai alat transaksi global yang praktis.
​Rencana ini muncul di tengah iklim regulasi di Washington yang mulai memberikan lampu hijau bagi pengawasan stablecoin di Amerika Serikat. Meta melihat adanya peluang besar bagi korporasi untuk menggunakan stablecoin dolar sebagai solusi pembayaran yang lebih cepat dan transparan bagi konten kreator.