


​Bank Sentral Brasil resmi melarang penggunaan kripto dalam transaksi pembayaran lintas negara yang teregulasi. Melalui Resolusi No. 561 yang dirilis pada Jumat (1/5), otoritas moneter tersebut mewajibkan seluruh transfer internasional diproses melalui jalur transaksi valuta asing tradisional atau akun Real Brasil yang teregulasi.
​Langkah ini diambil sebagai upaya pemerintah untuk membawa seluruh arus pembayaran internasional sepenuhnya ke dalam sistem pemantauan valas negara. Meskipun tidak melarang transfer kripto secara total di Brasil, aturan ini secara efektif menghapus aset digital, termasuk stablecoin, dari kerangka kerja pembayaran resmi yang diatur oleh bank sentral.
​Keputusan ini cukup mengejutkan mengingat Brasil merupakan market kripto terbesar di Amerika Latin, yang menempati peringkat kelima global dalam indeks adopsi Chainalysis 2025. Sekitar 90% dari arus kripto di Brasil sendiri didominasi oleh stablecoin. Dengan aturan baru ini, virtual asset service providers (VASP) di Brasil kini harus menyesuaikan operasional mereka agar tetap sejalan dengan standar anti-pencucian uang dan kontrol keamanan siber yang makin ketat.