

.png)
.png)

Pasar global mengalami pergerakan ekstrem layaknya roller coaster setelah eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran memanas akibat ancaman serangan terhadap infrastruktur listrik kedua negara. Dalam waktu singkat, harga minyak, emas, dan kripto bergerak liar, mencerminkan ketidakpastian tinggi di tengah tensi geopolitik.
Situasi memanas ketika Presiden Donald Trump mengeluarkan ultimatum kepada Iran untuk membuka Selat Hormuz. Jika tidak, AS mengancam akan menyerang pembangkit listrik Iran yang merupakan bagian vital dari sistem energi nasional.
Iran tidak tinggal diam. Teheran langsung merespons dengan ancaman balasan yang jauh lebih luas, termasuk potensi serangan terhadap infrastruktur listrik, energi, dan air di kawasan Teluk. Ancaman ini meningkatkan risiko konflik dari sekadar perang militer menjadi perang infrastruktur berskala regional.
Saat ancaman saling serang ini memuncak, sentimen risk-off mendominasi. Investor mulai keluar dari aset berisiko seperti kripto, sementara aset safe haven seperti emas justru mengalami kenaikan tajam. Lonjakan harga emas mencerminkan upaya pelaku pasar untuk mencari perlindungan di tengah ketidakpastian geopolitik.
Di sisi lain, harga minyak bergerak sangat volatil. Kekhawatiran gangguan suplai akibat potensi konflik di Selat Hormuz, jalur yang mengalirkan sekitar 20% minyak dunia sempat mendorong harga melonjak tajam. Bitcoin dan aset kripto lainnya juga ikut mengalami tekanan di fase ini, seiring meningkatnya ketidakpastian global dan keluarnya likuiditas dari aset berisiko.
Namun arah market berubah drastis ketika Trump secara tiba-tiba membatalkan rencana serangan ke infrastruktur listrik Iran. Keputusan ini langsung memicu pembalikan arah pasar secara cepat. Harga minyak yang sebelumnya melonjak tinggi langsung jatuh lebih dari 10% dalam sehari, mencerminkan meredanya risiko gangguan suplai global. Bitcoin mengalami rebound signifikan dan kembali melewati harga $71.000, didorong oleh kembalinya selera risiko investor setelah ancaman perang mereda. Pergerakan ini juga dipercepat oleh likuidasi posisi short di pasar derivatif.
Di saat yang sama, emas juga mengalami koreksi setelah sebelumnya naik tajam. Penurunan ini terjadi karena investor mulai keluar dari aset safe haven dan kembali masuk ke aset berisiko.
Meski pasar sempat pulih, volatilitas diperkirakan masih akan berlanjut. Ketidakpastian tetap tinggi karena Iran membantah adanya negosiasi dan tetap mempertahankan ancaman balasan jika diserang. Dengan kata lain, market saat ini bergerak dalam kondisi yang sangat sensitif terhadap setiap pernyataan politik. Baik minyak, emas, maupun kripto kini semakin terhubung erat dengan dinamika geopolitik global.