

.png)
.png)

Pemerintah menaruh target ambisius terhadap pergerakan nilai tukar rupiah di tengah tekanan pasar global yang masih tinggi. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut rupiah berpeluang kembali menguat hingga menyentuh kisaran Rp15.000 per dolar Amerika Serikat.
Optimisme tersebut disampaikan saat rupiah masih bergerak di area Rp17 ribuan per dolar AS akibat kombinasi tekanan eksternal dan sentimen pasar global.
Purbaya menjelaskan pemerintah bersama otoritas terkait terus menjaga stabilitas pasar keuangan domestik, termasuk melalui langkah intervensi di pasar obligasi dan penguatan likuiditas.
Menurutnya, stabilisasi pasar surat utang mulai menunjukkan hasil positif dengan mulai kembalinya minat investor asing terhadap instrumen keuangan Indonesia.
Selain itu, pemerintah juga menilai fundamental ekonomi nasional masih cukup solid untuk menopang penguatan rupiah dalam jangka menengah hingga panjang.
Tekanan terhadap mata uang Garuda sendiri dalam beberapa bulan terakhir dipicu penguatan dolar AS secara global, tingginya ketidakpastian geopolitik, hingga arus keluar dana asing dari pasar negara berkembang.
Meski target Rp15.000 dinilai cukup agresif dibanding posisi rupiah saat ini, pemerintah percaya stabilitas ekonomi domestik dan perbaikan sentimen pasar dapat membantu pemulihan nilai tukar secara bertahap.
Pernyataan tersebut langsung menjadi perhatian pelaku pasar karena penguatan rupiah berpotensi memberikan dampak positif terhadap inflasi, pasar saham, hingga daya beli masyarakat.