asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
Dark Mode
BLESSUSDT0.0191863+0.0073414 ( +61.98% )
BTCUSDT74,286.9+3405.16 ( +4.8% )
BTTCUSDT0.00000032-0.00000001 ( -3.03% )
ENJUSDT0.04828+0.00856 ( +21.55% )
ETHUSDT2,372.43+190.22 ( +8.72% )
MYXUSDT0.3111+0.1002 ( +47.51% )
NOMUSDT0.00355-0.00013 ( -3.53% )
SOLUSDT85.69+3.71 ( +4.53% )
TRXUSDT0.3212-0.0005 ( -0.16% )
Powered by
News

Menteri Keuangan AS Sarankan The Fed Tahan Suku Bunga di Tengah Perang Iran

User
April 14, 2026 | 11:38 WIB
User
UpdatedBenny Hawe
April 14, 2026 | 11:38 WIB
Menteri Keuangan AS Sarankan The Fed Tahan Suku Bunga di Tengah Perang Iran

Menteri Keuangan Amerika Serikat, Scott Bessent, menyatakan bahwa Federal Reserve sebaiknya mengambil pendekatan “wait and see” sebelum memutuskan pemangkasan suku bunga.

Pernyataan ini disampaikan di tengah ketidakpastian akibat konflik Iran, yang dinilai masih terlalu dini untuk menentukan arah kebijakan moneter secara agresif.

Bessent menilai bahwa kondisi ekonomi AS sebelumnya cukup kuat, sehingga The Fed tidak perlu terburu buru mengambil langkah pelonggaran.

Ia juga menekankan bahwa lonjakan inflasi yang terjadi saat ini, terutama akibat kenaikan harga energi, bersifat sementara atau transitory dan tidak akan membentuk tren jangka panjang.

Data terbaru menunjukkan inflasi meningkat tajam pada Maret akibat lonjakan harga minyak global, namun pemerintah AS tetap optimistis bahwa tekanan tersebut tidak akan bertahan lama.

Pandangan ini mencerminkan pendekatan hati hati dari otoritas ekonomi AS dalam menghadapi kombinasi risiko inflasi dan ketidakpastian geopolitik.

Di sisi lain, The Fed sendiri masih berada dalam posisi menunggu dan memantau perkembangan sebelum menentukan langkah selanjutnya terkait suku bunga.

Copiedbagikan