asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
Dark Mode
BTCUSDT77,366.0-58.07 ( -0.08% )
EDENUSDT0.1218+0.0263 ( +27.54% )
ETHUSDT2,126.57-5.95 ( -0.28% )
HYPEUSDT58.51+7.03 ( +13.66% )
MAPOUSDT0.001949-0.000003 ( -0.15% )
MITOUSDT0.04397+0.00578 ( +15.14% )
PROVEUSDT0.3264+0.0941 ( +40.51% )
SOLUSDT87.05+1.22 ( +1.42% )
U2UUSDT0.000524+0.000006 ( +1.16% )
Powered by
News - Technology

​Meski Ditentang Trump, AS Diam-Diam Kaji Infrastruktur CBDC

User
May 21, 2026 | 23:45 WIB
User
UpdatedDwi Cahyo
May 21, 2026 | 23:45 WIB
​Meski Ditentang Trump, AS Diam-Diam Kaji Infrastruktur CBDC

​Menurut paparan mantan Ketua CFTC, Timothy Massad, di panggung Digital Money Summit London pada Rabu (20/5), otoritas bank sentral Amerika Serikat diam-diam tetap mengkaji infrastruktur CBDC atau digital dollar, meski Presiden Donald Trump menentangnya secara terbuka. Di balik layar, pejabat bank sentral diduga terus mempelajari kerangka kerja teknologi mata uang digital ini karena khawatir AS kalah saing dalam modernisasi sistem pembayaran global.

​Massad mengungkapkan salah satu bukti senyapnya adalah keterlibatan aktif AS dalam Project Agorá, proyek internasional besutan BIS yang menguji coba tokenisasi lintas negara dengan melibatkan tujuh bank sentral dunia. Sementara itu, eksekutif Federal Reserve Mark Gould menegaskan bahwa meski CBDC belum menjadi mandat resmi saat ini, yurisdiksinya otomatis akan berada di bawah kendali bank sentral jika kelak resmi diluncurkan.

​Riset tersembunyi ini berpotensi memicu kontroversi domestik karena Trump telah meneken perintah eksekutif yang melarang pengembangan CBDC demi privasi warga, ditambah aturan Senat yang membatasi penerbitannya hingga tahun 2030. Namun, Massad menilai derasnya arus tokenisasi finansial dan adopsi stablecoin swasta global pada akhirnya bakal membuat kehadiran digital dollar besutan pemerintah tidak bisa dihindari.

Copiedbagikan