


Wallet kripto MetaMask resmi memperluas jangkauan layanan kartu debit berbasis blockchain mereka ke seluruh pelosok Amerika Serikat. Berdasarkan rilis resmi pada (26/2), langkah ekspansi berskala nasional ini dieksekusi setelah perusahaan sukses merampungkan pilot program selama satu tahun yang sebelumnya hanya beroperasi di beberapa wilayah AS sejak Desember 2024. Kartu yang diberi nama MetaMask Card ini merupakan hasil kolaborasi antara para developer platform, raksasa pembayaran global Mastercard, serta perusahaan spesialis pembayaran kripto Baanx. Berkat kerja sama ini, layanan tersebut dapat digunakan secara langsung di seluruh merchant atau pedagang yang menerima jaringan pembayaran Mastercard.
​Selain bisa digunakan dalam bentuk fisik, kartu debit ini juga mendukung sistem pembayaran dompet digital kekinian seperti Apple Pay dan Google Pay. Pimpinan Produk MetaMask, Gal Eldar, menjelaskan bahwa layanan ini memang dirancang agar mata uang kripto dapat menyatu secara mulus ke dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus menghapus batasan antara dunia on-chain dan off-chain. Ia menekankan bahwa adopsi layanan ini telah terbukti nyata, di mana puluhan ribu pengguna di seluruh dunia saat ini sudah memanfaatkannya untuk berbagai macam transaksi kebutuhan harian, mulai dari sekadar membeli kopi hingga menebus cincin pertunangan.