


​Morgan Stanley menegaskan bahwa langkah bank-bank besar masuk ke market kripto dengan strategi jangka panjang yang matang, bukan sekadar mengikuti tren (FOMO). Analisis ini menyebutkan bahwa institusi finansial tradisional telah melakukan riset internal selama bertahun-tahun untuk membangun infrastruktur digital yang kokoh dan sesuai regulasi.
​Amy Oldenburg, Head of Digital Asset Strategy Morgan Stanley, menjelaskan bahwa perbankan kini bersiap mendukung perdagangan ekuitas ter-tokenisasi pada sistem perdagangan alternatif (ATS). Hal ini mencerminkan pergeseran struktural dalam pengelolaan aset tradisional, di mana teknologi blockchain mulai diadopsi sebagai standar baru di industri perbankan global.
​Oldenburg juga mencatat bahwa banyak startup kripto sering meremehkan kompleksitas sistem perbankan. Persiapan matang dari institusi tradisional bertujuan untuk memastikan integrasi blockchain tetap aman dan patuh pada aturan. Langkah ini menjadi bukti bahwa keterlibatan perbankan bersifat permanen dan terencana secara sistematis untuk masa depan.
​Meskipun market saat ini berada dalam fase extreme fear (Indeks 11), Morgan Stanley yakin masuknya modal institusional melalui jalur formal akan menjadi pendorong utama pemulihan ekosistem. Transformasi infrastruktur ini diprediksi akan memperkuat kepercayaan investor jangka panjang begitu ketidakpastian ekonomi global mulai mereda.