

.png)
.png)

Industri aset kripto Indonesia memasuki babak baru setelah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) secara resmi menerbitkan izin operasional kepada satu entitas bursa kripto baru yang dikaitkan dengan konglomerat nasional Haji Isam. Bursa kripto ini dipandang menjadi tambahan penting dalam memperkuat ekosistem perdagangan aset digital yang teregulasi di Tanah Air.
Proses perizinan yang panjang akhirnya membuahkan hasil setelah OJK memasukkan bursa tersebut ke dalam daftar resmi penyelenggara perdagangan aset keuangan digital dan kripto yang berizin. Kehadiran bursa ini akan menambah pilihan bagi investor lokal, sekaligus menciptakan persaingan sehat di tengah dominasi satu operator utama sebelumnya.
Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK Hasan Fawzi membenarkan adanya pemberian izin atas bursa kripto tersebut. Adapun keputusannya dikeluarkan pada 5 Januari 2025.
"Betul, sudah diterbitkan keputusan pemberian izin usaha penyelenggara bursa aset keuangan digital termasuk aset kripto kepada PT Fortuna Integritas Mandiri, melalui keputusan KEP-2/D.07/2026, tanggal 5 Januari 2026," ungkap Hasan dirilis dari CNBC.
Menurut informasi yang beredar, bursa kripto yang disokong oleh Samsudin Andi Arsyad, yang lebih dikenal publik sebagai Haji Isam, telah menetapkan struktur manajemen dan siap beroperasi dengan fokus pada keterbukaan, transparansi, dan layanan transaksi efisien. Bursa ini disebut bertekad menghadirkan inovasi baru, termasuk layanan untuk segmen B2B dan institusional serta layanan kustodian aset digital yang terintegrasi.
Keputusan OJK menerbitkan izin ini menjadi penanda kepercayaan regulator terhadap kesiapan infrastruktur dan kepatuhan bursa baru tersebut dalam memenuhi persyaratan teknis dan peraturan. OJK sebelumnya menegaskan bahwa setiap entitas yang ingin beroperasi dalam perdagangan aset kripto wajib melalui proses penilaian menyeluruh, termasuk aspek modal, tata kelola, sistem teknologi informasi, serta kesiapan lembaga kliring dan penyimpanan aset.
Dengan disahkannya bursa kripto milik Haji Isam, pasar kripto Indonesia kini memiliki pilihan alternatif selain satu bursa yang sudah eksis. Kehadiran pemain baru ini diperkirakan akan mendorong likuiditas pasar, memperluas akses investor, dan mempercepat adopsi aset digital secara lebih luas di dalam negeri.