asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
Dark Mode
BTCUSDT58,406.0-2095.78 ( -3.46% )
ETHUSDT1,571.62-59.89 ( -3.67% )
HUSDT0.08327+0.01313 ( +18.72% )
HEIUSDT0.1394-0.009 ( -6.07% )
HYPEUSDT64.728-2.04 ( -3.06% )
MANTAUSDT0.06642-0.0139 ( -17.31% )
SOLUSDT73.42-1.95 ( -2.59% )
SYNUSDT0.63456+0.19455 ( +44.22% )
TACUSDT0.06254+0.00386 ( +6.58% )
Powered by
News - Regulation

Otoritas Keuangan Inggris Longgarkan Aturan Kripto, Pangkas Syarat Modal Perusahaan

User
June 30, 2026 | 23:13 WIB
User
UpdatedDwi Cahyo
June 30, 2026 | 23:13 WIB
Otoritas Keuangan Inggris Longgarkan Aturan Kripto, Pangkas Syarat Modal Perusahaan

Otoritas Jasa Keuangan Inggris (Financial Conduct Authority atau FCA) resmi melonggarkan persyaratan modal dan aturan transparansi bagi perusahaan kripto. Melansir laporan dari FT pada Senin (29/6), langkah pelonggaran aturan ini diambil setelah regulator menerima banyak keluhan dari pelaku industri yang menilai aturan awal mereka terlalu memberatkan dan berisiko menghambat industri serta pasar aset digital di Inggris.

​Dalam kerangka kerja yang akan berlaku mulai Oktober 2027, FCA memutuskan untuk memangkas persyaratan modal tambahan bagi penerbit stablecoin non-sistemik sebesar setengahnya, yakni dari 2 persen menjadi 1 persen dari total penerbitan. Perusahaan dengan aktivitas berisiko rendah kini juga dibebaskan dari kewajiban membuka transparansi data terkait syarat modal mereka kepada publik, sebuah perubahan signifikan dari aturan menyeluruh yang direncanakan sebelumnya.

​David Geale, Direktur Eksekutif Pembayaran dan Keuangan Digital di FCA, menyatakan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk memberikan fondasi yang kokoh bagi industri kripto. "Kami telah mendengar apa yang berhasil dan apa yang tidak," ujar Geale menanggapi berbagai masukan pelaku pasar. Selain menurunkan batas modal, regulator juga melonggarkan aturan mengenai persyaratan likuiditas dan prosedur transparansi sebelum perdagangan guna memastikan kebijakan Inggris lebih ramah industri di tengah persaingan pasar aset digital global.

Copiedbagikan