CEO Telegram Pavel Durov melalui pengumuman resminya pada Rabu (19/8) mengonfirmasi bahwa perusahaannya telah mengajukan permohonan zona domain tingkat atas (Top-Level Domain/TLD) khusus bertajuk .gram ke lembaga pengelola domain global, ICANN (Internet Corporation for Assigned Names and Numbers). Langkah strategis ini dirancang untuk mengubah platform perpesanan tersebut menjadi ekosistem web terintegrasi yang memberdayakan satu miliar basis penggunanya.
​Jika permohonan resmi tersebut disetujui oleh ICANN, seluruh pengguna Telegram berpeluang memiliki domain tingkat kedua (second-level domain) mereka sendiri dengan akhiran .gram. Kehadiran domain khusus ini dirancang untuk menyederhanakan identitas digital publik sekaligus memperluas utilitas profil pengguna di luar fungsi aplikasi perpesanan instan konvensional.
​Melalui integrasi domain baru tersebut, pengguna nantinya dapat membuat dan mengoperasikan situs web interaktif langsung yang di-hosting oleh server Telegram. Durov menegaskan proses pembuatan website ini akan dibuat sangat praktis, di mana pengguna hanya perlu mengetikkan satu baris perintah teks (prompt) berbasis AI tanpa memerlukan keahlian teknis pemrograman yang rumit.



