


​Protokol liquid staking terbesar, Lido Finance, melaporkan penurunan pendapatan total sebesar 23% secara tahunan menjadi $40,5 juta. Berdasarkan laporan tahunan yang dirilis Selasa (24/3), penurunan ini dipicu oleh aksi penarikan dana bersih oleh pengguna (net staking outflows) serta fenomena kompresi APR staking di seluruh jaringan Ethereum yang semakin kompetitif sepanjang tahun 2025.
​Lido mencatat adanya pergeseran struktural di mana modal mulai beralih dari model Simple LST ke arah staking institusional dan bursa yang dianggap lebih rendah risiko. Munculnya penyedia liquid restaking yang menawarkan insentif subsidi token protokol juga turut menggerus pangsa pasar Lido. Kondisi ini memaksa protokol melakukan optimasi biaya, termasuk pengurangan jumlah karyawan sebesar 15% pada tahun lalu.
​Sebagai langkah strategis, Lido kini menjajaki program buyback token LDO yang diproyeksikan meluncur pada kuartal kedua 2026. Program ini akan menggunakan sebagian imbal hasil staking untuk membeli kembali LDO dari pasar terbuka. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat likuiditas on-chain dan memberikan nilai tambah bagi pemegang token di tengah tantangan penurunan imbal hasil industri.