asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
Dark Mode
BRUSDT0.12764+0.00823 ( +6.89% )
BTCUSDT66,544.7+352.8 ( +0.53% )
DOGEUSDT0.09063-0.0006 ( -0.66% )
ETHUSDT1,996.51+2.23 ( +0.11% )
NOMUSDT0.00282+0.0009 ( +46.88% )
PENGUUSDT0.006315-0.000148 ( -2.29% )
SOLUSDT82.22-0.6 ( -0.72% )
TRXUSDT0.3184+0.0072 ( +2.31% )
XRPUSDT1.3336-0.0034 ( -0.25% )
Powered by
News - Breaking News

Pentagon Siapkan Operasi Darat Berminggu-Minggu di Iran, Tunggu Persetujuan Donald Trump

User
March 29, 2026 | 16:04 WIB
User
UpdatedGoldwin
March 29, 2026 | 16:04 WIB
Pentagon Siapkan Operasi Darat Berminggu-Minggu di Iran, Tunggu Persetujuan Donald Trump

Pentagon dilaporkan tengah mempersiapkan skenario operasi darat di Iran yang dapat berlangsung selama berminggu-minggu, bahkan hingga beberapa bulan. Berdasarkan laporan The Washington Post, rencana tersebut mencakup kemungkinan pengerahan pasukan infanteri dan unit Special Operations, meski tidak diarahkan sebagai invasi penuh. Hingga saat ini, belum ada kepastian apakah Presiden Donald Trump akan menyetujui opsi militer tersebut.

Pejabat Gedung Putih menegaskan bahwa persiapan ini merupakan bagian dari tugas Pentagon untuk memberikan “opsi maksimal” kepada presiden dalam menghadapi berbagai skenario. Juru Bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, menyatakan bahwa penyusunan rencana tidak berarti keputusan sudah diambil. Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Marco Rubio sebelumnya mengatakan bahwa tujuan militer AS dapat dicapai tanpa perlu mengirim pasukan darat, serta menilai konflik tidak akan berlangsung lama.

Salah satu opsi yang dibahas mencakup potensi penguasaan Kharg Island, pusat utama ekspor minyak Iran. Laporan juga menyebut Iran telah meningkatkan pertahanan di wilayah tersebut sebagai antisipasi terhadap kemungkinan operasi militer AS. Di tengah eskalasi ini, survei terbaru menunjukkan mayoritas publik Amerika menolak pengerahan pasukan darat, meski banyak yang memperkirakan langkah tersebut tetap berpotensi terjadi dalam waktu dekat.

Copiedbagikan