Layanan aset kripto di Telegram, Wallet, resmi rebranding menjadi Walt (@walt) pada Senin (28/9). Diumumkan lewat saluran utama dan blog perusahaan, langkah ini menandai evolusi Wallet dari tempat penyimpanan aset menjadi platform kripto skala penuh yang menyediakan akses perdagangan, investasi, hingga fitur earn untuk lebih dari 300 aset digital.
Perubahan nama ini seiring pembagian dua peran wallet di ekosistem Telegram. Posisi bawaan Wallet di menu pengaturan Telegram (settings) diserahkan kepada Gram Wallet. Layanan ini menjadi wallet dasar untuk transaksi harian seperti membeli token Gram, mengirim Gifts, dan pembayaran Stars. Sementara itu, Walt beroperasi sebagai platform mandiri tingkat lanjut untuk pengguna yang membutuhkan fitur perdagangan multi-chain, investasi, dan transaksi cross-chain.
CEO The Open Platform (TOP) dan Walt, Andrew Rogozov, menegaskan perubahan ini membawa visi baru bagi keuangan digital. "Telegram memperkenalkan kripto kepada semua orang. Walt memungkinkan pengguna mengambil langkah berikutnya," ungkap Rogozov. Ia memastikan tidak ada migrasi data, serta saldo dan sistem keamanan pengguna tetap terjamin.
Ke depan, Walt menyiapkan peluncuran kartu debit kripto (crypto cards) untuk pembayaran harian serta integrasi antarmuka berbasis kecerdasan buatan (AI) guna mempermudah analisis portofolio dan perdagangan perpetuals.



