

.png)
.png)

Menurut laporan Bloomberg, pendapatan yang dihasilkan dari stablecoin oleh Coinbase berpotensi meningkat hingga tujuh kali lipat jika RUU Genius Act di Amerika Serikat disahkan dalam bentuk yang mendukung mekanisme hasil atau yield untuk pemegang stablecoin.
Di bawah skenario optimis tersebut, Coinbase bisa mendapatkan lonjakan besar dalam pendapatan dari berbagai layanan yang terkait dengan stablecoin, termasuk biaya transaksi dan jasa aset digital lainnya. Namun, draf RUU yang beredar saat ini juga mencakup ketentuan yang melarang pembayaran imbal hasil (yield) kepada pemegang stablecoin. Jika ketentuan tersebut tetap diputuskan oleh pembuat kebijakan, potensi pertumbuhan pendapatan ini bisa terbatasi karena Coinbase tidak bisa menawarkan produk yield yang menarik bagi investor stablecoin.
Perdebatan mengenai stablecoin dan kebijakan imbal hasil ini mencerminkan kekhawatiran regulator akan risiko likuiditas, keamanan konsumen, serta implikasi sistemik bagi pasar keuangan yang lebih luas. Pembatasan terhadap produk yield stablecoin merupakan langkah yang bertujuan membatasi eksposur terhadap risiko yang mungkin timbul dari pembayaran hasil tingkat tinggi atau struktur produk keuangan tertentu.
Dengan demikian, meskipun pasar saat ini melihat peluang besar bagi bursa seperti Coinbase untuk mengembangkan lini bisnis stablecoin secara signifikan, nasib pertumbuhan tersebut masih sangat bergantung pada bentuk final dari undang-undang yang disusun oleh pembuat kebijakan di AS.