asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
tether usd iconaster iconASTERUSDT0.7334-0.0067 ( -0.91% )
tether usd iconbedrock iconBRUSDT0.59765+0.16013 ( +36.6% )
tether usd iconbitcoin iconBTCUSDT85,592.1-357.55 ( -0.42% )
tether usd iconethereum iconETHUSDT2,697.29-22.19 ( -0.82% )
tether usd icongitcoin iconGTCUSDT0.14958-0.03834 ( -20.4% )
tether usd iconhyperliquid iconHYPEUSDT91.744-3.41 ( -3.58% )
tether usd iconiexec rlc iconRLCUSDT0.7686+0.0351 ( +4.79% )
tether usd iconsolana iconSOLUSDT121.32-0.08 ( -0.07% )
tether usd iconsui iconSUIUSDT1.1823-0.0445 ( -3.63% )
Powered by
powered by triv
News - Regulation

Pengadilan AS Tetap Lanjutkan Kasus Tornado Cash Meski Aturan Privasi Kripto Dicabut

User
October 7, 2026 | 04:28 WIB
User
UpdatedDwi Cahyo
October 7, 2026 | 04:28 WIB
Pengadilan AS Tetap Lanjutkan Kasus Tornado Cash Meski Aturan Privasi Kripto Dicabut

​Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) tetap melanjutkan proses hukum terhadap salah satu pendiri Tornado Cash, Roman Storm, dengan mengajukan argumen yurisdiksi baru pada Senin (5/10) di Pengadilan Distrik Manhattan. Jaksa penuntut memanfaatkan putusan banding kasus Bitcoin Fog untuk menolak perlawanan hukum yang diajukan oleh Storm terkait dakwaan konspirasi pencucian uang.

​Putusan kasus Bitcoin Fog menetapkan bahwa setiap dana yang masuk ke layanan crypto mixer dapat dianggap membantu kejahatan karena memperbesar kumpulan dana yang disamarkan. Kejaksaan New York (SDNY) memakai celah ini untuk menyatakan bahwa dana pengguna Tornado Cash di Manhattan ikut memperlancar aksi kriminal. Perkembangan ini menjadi preseden bahwa aparat penegak hukum tetap dapat menjerat pengguna maupun developer protokol privasi meski tanpa adanya aturan pelaporan formal dari FinCEN.

​Di saat bersamaan, Departemen Keuangan AS melalui FinCEN justru menarik kembali usulan aturan pelaporan crypto mixer karena dikhawatirkan memicu panik di kalangan pengguna sah. Kendati aturan administratif tersebut dicabut, pemerintah menegaskan langkah itu tidak menghentikan proses pidana terhadap Storm.

​Inti perdebatan ini bermuara pada batasan hukum bagi pembuat kode. Jaksa menuding Storm sengaja merawat layanan yang dipakai pelaku kejahatan, sementara pihak pembela bersikeras ia dipidanakan hanya karena menulis kode komputer. Sidang lanjutan bagi Storm dijadwalkan pada 26 April 2027. 

 

Stay Updated

Follow Cryptowave di Google News

Dapatkan berita kripto, blockchain, dan WEB3 terbaru setiap hari langsung dari Google News Cryptowave.

Follow Sekarang
Copiedbagikan

Most Read

Data CPI Bulan Agustus Rilis, Inflasi AS Tetap di 3,4%
News - Breaking News
September 11, 2026 | 19:34 WIB