asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
tether usd iconaster iconASTERUSDT0.728-0.028 ( -3.7% )
tether usd iconbitcoin iconBTCUSDT78,476.6-529.34 ( -0.67% )
tether usd iconethereum iconETHUSDT2,480.26-16.53 ( -0.66% )
tether usd iconhyperliquid iconHYPEUSDT83.998-1.85 ( -2.16% )
tether usd iconiost iconIOSTUSDT0.001094+0.00006 ( +5.8% )
tether usd iconsolana iconSOLUSDT102.04-2.18 ( -2.09% )
tether usd iconsui iconSUIUSDT0.7711-0.0449 ( -5.5% )
tether usd icontutorial iconTUTUSDT0.02054-0.00353 ( -14.67% )
tether usd iconripple iconXRPUSDT1.3913-0.0365 ( -2.56% )
Powered by
powered by triv
News

Iran Siap Eskalasi Konflik, Perluas Blokade Laut dari Teluk Oman hingga Laut Arab

User
September 10, 2026 | 00:05 WIB
User
UpdatedDwi Cahyo
September 10, 2026 | 00:05 WIB
Iran Siap Eskalasi Konflik, Perluas Blokade Laut dari Teluk Oman hingga Laut Arab

​Pemerintah Iran menegaskan kesiapannya untuk menghadapi perang yang jauh lebih intens melawan Amerika Serikat menyusul eskalasi militer yang kian terbuka di kawasan. Mengutip laporan Bloomberg pada Rabu (9/9), seorang pejabat tinggi Iran menyatakan bahwa negaranya siap melipatgandakan serangan balasan terhadap setiap aksi militer Amerika Serikat. Otoritas Iran memandang konfrontasi bersenjata saat ini sebagai perang eksistensial bagi kelangsungan kedaulatan negara, sehingga merasa tidak memiliki opsi selain terus memberikan perlawanan penuh.

​Merespons ketegangan yang kian meruncing, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) langsung mengumumkan perluasan zona pembatasan maritim secara sepihak. Zona terlarang tersebut kini ditarik melebar dari Pelabuhan Chabahar ke arah timur, mencakup sebagian perairan Teluk Oman hingga masuk ke wilayah Laut Arab. Militer Iran menegaskan bahwa setiap kapal komersial maupun tanker internasional yang menerobos kawasan tersebut tanpa izin dan koordinasi awal akan dikenai sanksi tegas, termasuk ancaman pencabutan hak akses lintas secara total di Selat Hormuz.

​Konfrontasi ini kian meluas seiring pergerakan kelompok Houthi, milisi bersenjata di Yaman yang disokong Iran, yang terus mengintensifkan serangan terhadap infrastruktur strategis Arab Saudi. Mengutip laporan Türkiye Today pada Rabu (9/9), Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Asif menyatakan bahwa rangkaian serangan kelompok Houthi tersebut berpotensi memicu klausul Perjanjian Pertahanan Bersama Mekkah (Mecca Pact). Aliansi militer ini mengadopsi mekanisme pertahanan kolektif serupa Pasal 5 NATO, di mana pemerintah Pakistan kini tengah mempertimbangkan permintaan resmi pemerintah Arab Saudi untuk menggelar serangan udara langsung ke basis pertahanan kelompok Houthi di Saada dalam waktu dekat.

 

Stay Updated

Follow Cryptowave di Google News

Dapatkan berita kripto, blockchain, dan WEB3 terbaru setiap hari langsung dari Google News Cryptowave.

Follow Sekarang
Copiedbagikan