Komando Pasukan Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) melalui rilis resminya mengklaim telah menghancurkan lima kapal tanker pengangkut minyak mentah milik Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran pada Rabu (9/9). Operasi militer terbesar terhadap armada kapal tanker sejak era Perang Dunia II ini dilancarkan usai militer Iran menargetkan kapal induk bertenaga nuklir dan kapal perusak berpeluru kendali milik Angkatan Laut AS dengan rudal balistik.
​CENTCOM mengonfirmasi armada kapal perang AS berhasil melumpuhkan seluruh ancaman rudal tersebut tanpa menelan korban dari personel militer. Sebagai aksi balasan langsung, pasukan AS melumpuhkan empat kapal tanker yaitu M/T Kaviz, M/T Charminar, M/T Horizon 1, dan M/T Riesco di perairan Teluk Oman, serta satu kapal M/T Derya di dekat Pulau Kharg. Seluruh awak kapal dipastikan telah dievakuasi sebelum serangan penghancuran dieksekusi guna melumpuhkan rantai logistik bernilai miliaran dolar milik IRGC.
​Aksi militer ini menandai eskalasi babak baru perang maritim di kawasan Teluk menyusul insiden serupa pada Sabtu (5/9), saat AS menenggelamkan tiga tanker Iran yang kemudian dibalas Teheran lewat serangan masif terhadap enam kapal komersial di Selat Hormuz. Situasi kian tegang menyusul laporan bahwa militer Iran berhasil menyita wahana bawah laut nirawak canggih milik AS, Anduril Dive-LD, yang dikhawatirkan memicu kebocoran teknologi otonom militer ke pihak luar



