


​Pasar onchain gacha mencatatkan rekor volume transaksi bulanan sebesar $324 juta pada Juni 2026, meningkat tajam dari $50 juta setahun sebelumnya. Merujuk pada data Blockworks Research per 16 Juli 2026, pertumbuhan tersebut terjadi saat pasar kripto secara luas masih tertekan akibat ketidakpastian makroekonomi dan kondisi geopolitik global. Lonjakan ini dipicu oleh tingginya minat kolektor terhadap kartu Pokémon yang ditokenisasi dan memanfaatkan mekanisme gacha untuk menyederhanakan proses koleksi.
​Tren ini semakin berkembang dengan hadirnya platform baru seperti Jupiter Gacha yang memfasilitasi perdagangan kartu fisik graded. Mengikuti langkah proyek pendahulunya seperti Collector Crypt dan Courtyard, platform tersebut menokenisasi kartu fisik yang disimpan di brankas kustodian menjadi NFT. Model ini menghapus hambatan likuiditas di pasar kartu koleksi tradisional, sehingga pengguna dapat membeli, menjual, dan memverifikasi kepemilikan aset secara instan. Adanya fitur buyback pun turut serta berkontribusi mempercepat siklus transaksi bagi kolektor maupun spekulan.
​Meskipun kapitalisasi pasar sektor ini belum melampaui Decentralized Finance (DeFi) atau tokenisasi saham yang bervaluasi miliaran dolar, pesatnya pertumbuhan onchain gacha menunjukkan meluasnya adopsi teknologi blockchain ke sektor gaya hidup dan hobi. Dengan memigrasikan model perdagangan kartu fisik ke infrastruktur blockchain yang lebih efisien, sektor ini terbukti menawarkan likuiditas yang lebih baik daripada metode konvensional.