asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
Dark Mode
BTCUSDT74,447.1+563.0 ( +0.76% )
DOGEUSDT0.10026-0.00165 ( -1.62% )
ETHUSDT2,321.05-5.75 ( -0.25% )
HYPEUSDT41.01+1.4 ( +3.53% )
PEPEUSDT0.00000368-0.00000032 ( -8.0% )
PIPPINUSDT0.148608-0.033465 ( -18.38% )
SOLUSDT94.59-0.7 ( -0.74% )
TRXUSDT0.3064+0.0108 ( +3.65% )
XRPUSDT1.5298+0.0028 ( +0.18% )
Powered by
News

Perdebatan Bitcoin : Tahan AI, Tapi Belum Tentu Aman dari Komputer Quantum

User
March 17, 2026 | 10:45 WIB
User
UpdatedBenny Hawe
March 17, 2026 | 10:45 WIB
Perdebatan Bitcoin : Tahan AI, Tapi Belum Tentu Aman dari Komputer Quantum

Pendiri MicroStrategy, Michael Saylor, menyatakan bahwa Bitcoin memiliki ketahanan terhadap disrupsi teknologi kecerdasan buatan. Ia menyebut Bitcoin sebagai “digital capital” yang tidak mudah tergantikan oleh perkembangan AI karena sifatnya sebagai penyimpan nilai berbasis jaringan terdesentralisasi.

Menurut Saylor, keunggulan utama Bitcoin terletak pada desainnya yang tidak bergantung pada entitas terpusat, sehingga tidak terpengaruh oleh otomatisasi atau kecerdasan buatan yang dapat mengganggu sektor lain.

Namun, pandangan tersebut mendapat tanggapan dari investor teknologi Chamath Palihapitiya. Ia menilai bahwa meskipun Bitcoin relatif aman dari disrupsi AI, masih ada tantangan besar lain yang perlu diperhatikan, yaitu ancaman dari komputasi kuantum.

Chamath menekankan bahwa agar benar benar aman dalam jangka panjang, Bitcoin perlu memiliki perlindungan terhadap potensi serangan dari teknologi quantum computing yang dapat melemahkan sistem kriptografi saat ini.

Perdebatan ini mencerminkan diskusi yang semakin berkembang di industri kripto terkait masa depan keamanan jaringan blockchain. Di satu sisi, AI dianggap tidak mengancam fundamental Bitcoin, namun di sisi lain, perkembangan teknologi komputasi tingkat lanjut justru bisa menjadi tantangan baru bagi ekosistem kripto.

Copiedbagikan